Kompas.com - 14/06/2021, 11:02 WIB
Ilustrasi lubang hitam supermasif, rahasia alam semesta, misteri jagad raya. SHUTTERSTOCK/Jurik PeterIlustrasi lubang hitam supermasif, rahasia alam semesta, misteri jagad raya.

KOMPAS.com - Lubang hitam supermasif atau lubang hitam berukuran sangat besar dan sangat kuat disebut sebagai "penguasa" yang bisa mendorong evolusi kosmos.

Energi yang tumpah dari bagian lubang hitam yang berputar-putar dapat menentukan lanskap pembibitan dan kuburan bintang di galaksi yang mengelilinginya.

Bahkan dengan massa yang setara dengan miliaran matahari, ahli menemukan benda raksasa ini hanya seperti tusukan jarum di inti galaksi yang luas.

Temuan baru-baru ini terkait kekuatan lubang hitam supermasif yang dapat mendorong evolusi kosmos ini sangat mengejutkan.

Baca juga: Nama-nama Galaksi di Alam Semesta, Bukan Cuma Bima Sakti

Dilansir Science Alert, Jumat (11/6/2021), tim yang terdiri dari astronom dan astrofisikawan di seluruh dunia telah menemukan tanda-tanda bahwa lubang hitam supermasif di banyak jantung galaksi tidak hanya memengaruhi distribusi bintang-bintang di sekitarnya, tapi juga membentuk galaksi-galaksi terdekat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan menganalisis data arsip di hampir 125.000 galaksi satelit yang mengelilingi puluhan ribu massa yang lebih berat, tim mengidentifikasi hubungan antara jumlah bintang baru lahir di gugus yang mengorbit dan posisinya.

"Anehnya kami menemukan bahwa galaksi satelit membentuk lebih banyak atau lebih sedikit bintang tergantung pada orientasinya terhadap galaksi pusat," kata astronom Annalisa Pillepich dari Institut Astronomi Max Planck.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin jelas terlihat bahwa energi yang berkecamuk di inti galaksi besar yang penuh sesak lebih dari sekadar mampu mengukir lanskap kosmik menjadi zona yang kompleks.

Debu dan gas yang ditarik ke dalam sumur gravitasi ekstrim objek seperti lubang hitam supermasif tidak hanya bersinar dengan radiasi yang kuat tetapi juga direduksi menjadi plasma kabur berkecepatan tinggi yang menghasilkan medan magnet, yang pada gilirannya meluncur dari partikel dengan kecepatan gila.

Angin plasma dan cahaya ini memiliki dua efek yang tampaknya bertentangan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X