Kompas.com - 14/06/2021, 07:03 WIB
Ilustrasi planet seukuran Bumi, exoplanet yang belum lama ini ditemukan peneliti berada di bintang Proxima Centauri. SHUTTERSTOCK/Jurik PeterIlustrasi planet seukuran Bumi, exoplanet yang belum lama ini ditemukan peneliti berada di bintang Proxima Centauri.

KOMPAS.com - NASA mengumumkan telah menemukan planet mirip Bumi, tapi atmosfernya aneh.

Berita ini adalah salah satu topik terpopuler Sains Kompas.com edisi Minggu, 13 Juni 2021.

Selain itu, ESA atau Badan Antariksa Eropa juga mengikuti jejak NASA dengan mengirimkan wahananya ke Venus dalam waktu dekat.

Berita soal vaksin Covid-19 masih menjadi perhatian. Terbaru, para ilmuwan mengumumkan bahwa vaksin buatan Novavax yang juga akan dipakai di Indonesia mampu melawan varian Beta, Alpha, dan varian asli virus corona SARS-CoV-2.

Berita populer lainnya adalah jenis obat asam lambung yang bisa dibeli tanpa resep dokter.

Baca juga: [POPULER SAINS] Apa Tanda Tsunami? | Obat Pelangsing Kantongi Izin FDA

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ulasannya:

1. Planet mirip bumi dengan atmosfer aneh

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Adam Smith (@adamndsmith.jpeg)

Planet mirip Bumi dengan atmosfer yang ditemukan para peneliti di Jet Propulsion Laboratory NASA dan University of New Mexico, Amerika Serikat. Planet tersebut membuat para ilmuwan bersemangat untuk memburu kehidupan di luar Bumi.

Para peneliti mengidentifikasi eksoplanet tersebut sebagai TOI-1231b yang mengorbit bintang katai M, atau yang dikenal sebagai katai merah.

Dilansir dari The Independent, Sabtu (12/6/2021), para ilmuwan mampu mengkarakterisasi bintang itu, dan mengukur jari-jari, serta massa dari exoplanet TOI-1231 b.

Selanjutnya, informasi ini memberi mereka data yang diperlukan untuk menghitung kepadatan, dan berhipotesis dari apa atmosfer terbuat.

Planet mirip Bumi ini berukuran sub-Neptunus yang memiliki iklim sedang dengan orbit 24 hari, delapan kali lebih dekat ke bintangnya daripada Bumi ke matahari.

Selengkapnya baca di sini:

NASA Temukan Planet Mirip Bumi dengan Atmosfer Aneh

2. ESA akan kirim wahana ke Venus

Ilustrasi Planet VenusShutterstock Ilustrasi Planet Venus

Persaingan untuk eksplorasi luar angkasa makin nyata. Usai Badan Antariksa Amerika Serika (NASA) mengumumkan rencana keberangkatan misinya ke Venus awal Juni lalu, kini Badan Antariksa Eropa (ESA) juga tak mau kalah mengirimkan pengorbitnya ke planet yang sama.

Mengutip New Scientist, Jumat (11/6/2021) ESA akan mengirimkan pengorbit yang disebut EnVision untuk membantu mempelajari mengapa Venus sangat berbeda dari Bumi.

Namun misi utama EnVision adalah memahami bagaimana proses geologis di dalam Venus, seperti vulkanisme dan pelepasan panas dari interior planet yang telah memengaruhi atmosfer dari waktu ke waktu.

Nantinya EnVision akan membawa tiga instrumen ilmiah utama, radar sounder untuk memberikan wawasan tentang struktur bawah tanah planet, satu set spektrometer untuk memeriksa komposisi kimia permukaan dan atmosfer Venus, serta sistem radar tambahan untuk memetakan permukaan.

Selengkapnya baca di sini:

Usai NASA, Badan Antariksa Eropa Juga Kirim Wahananya ke Venus

3. Vaksin Novavax ampuh lawan varian Beta

Ilustrasi vaksin NovavaxSHUTTERSTOCK/rafapress Ilustrasi vaksin Novavax

Novavax Inc (NVAX.O) mengatakan pada hari Jumat (11/6/2021), uji klinis vaksin eksperimental Covid-19 miliknya menunjukkan respons kekebalan dan perlindungan terhadap varian virus corona Beta.

Untuk diketahui, varian virus Beta adalah salah satu yang paling diperhatikan WHO (variant of concern) yang awalnya diidentifikasi di Afrika Selatan dalam uji klinis. Sebelumnya nama varian Beta adalah B.1.351.

Vaksin Novavax NVX-CoV2373, sedang diuji dalam beberapa uji coba tetapi belum diizinkan untuk digunakan di negara mana pun.

Dilansir Reuters, Sabtu (12/6/2021), Novavax berkata, pengujian serum darah dari 30 peserta uji coba tahap menengah yang telah menerima kedua dosis NVX-CoV2373 menunjukkan respons antibodi yang kuat terhadap versi asli virus corona, varian Alpha yang pertama kali ditemukan di Inggris, dan varian Beta.

Selengkapnya baca di sini:

Vaksin Novavax Tunjukkan Perlindungan pada Varian Virus Corona Beta

4. Obat asam lambung tanpa resep dokter

Ilustrasi perempuan merasakan gejala asam lambung naik.FREEPIK/JCOMP Ilustrasi perempuan merasakan gejala asam lambung naik.

Asam lambung naik adalah masalah pencernaan yang umum terjadi. Asam lambung normalnya berfungsi untuk membantu mencerna makanan yang Anda konsumsi, dengan cara memecah makanan menjadi molekul yang lebih mudah diserap tubuh.

Terkadang ada beberapa kondisi yang memicu produksi asam lambung terlalu banyak sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman, mual, perih pada perut bagian kiri, dan heartburn atau sensasi terbakar pada kerongkongan dan dada.

Untuk mengatasi asam lambung naik, Anda mungkin perlu mengubah pola makan Anda.

Contohnya, menambah frekuensi makan dengan porsi yang lebih kecil, menghindari makanan yang asam dan pedas, dan menghindari jangan sampai terlambat makan.

Jika terlanjur terjadi asam lambung naik, ada beberapa obat yang bisa Anda konsumsi tanpa resep.

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut daftar obat untuk mengobati asam lambung:

 

  • Antasida
  • H2 blockers
  • Proton-pump inhibitors (PPI)

Kenali dulu obatnya sebelum membeli, baca selengkapnya di sini:

3 Obat Asam Lambung yang Bisa Dibeli Tanpa Resep

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.