Kompas.com - 12/06/2021, 16:02 WIB
Warga dari luar daerah antre untuk menjalani tes cepat antigen di Pos Penyekatan Desa Larangan Tokol,  Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021). Pemkab Pamekasan memberlakukan penyekatan dan tes cepat antigen bagi pendatang yang akan masuk ke kabupaten itu, menyusul terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Bangkalan dalam dua pekan terakhir. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/nz ANTARA FOTO/SAIFUL BAHRIWarga dari luar daerah antre untuk menjalani tes cepat antigen di Pos Penyekatan Desa Larangan Tokol, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021). Pemkab Pamekasan memberlakukan penyekatan dan tes cepat antigen bagi pendatang yang akan masuk ke kabupaten itu, menyusul terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Bangkalan dalam dua pekan terakhir. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/nz


KOMPAS.com- Peningkatan kasus infeksi Covid-19 di sejumlah daerah di tanah air semakin mengkhawatirkan pascalibur Lebaran Idul Fitri 2021, seperti lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan Madura dan Kudus.

Pemerintah pusat hingga daerah harus melakukan respon penanganan secara cepat.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Dante Saksono Harbuwono SpD.PD-KEMD., Ph.D dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulian Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (10/6/2021).

Adapun, dua daerah yang saat ini menjadi sorotan nasional adalah peningkatan kasus infeksi Covid-19 yakni di Bangkalan, Madura, Jawa Timur dan Kudus, Jawa Tengah.

Dante memaparkan, beberapa wilayah seperti Kudus dan Bangkalan memang melaporkan kejadian luar biasa (KLB) kasus Covid-19 yang mengakibatkan ruangan isolasi dan intensif di rumah sakit di dua daerah tersebut penuh.

"Ada beberapa tindakan yang harus dilakukan dan dibedakan," kata Dante.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 3 Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Bangkalan Madura, Apa Saja?

 

Respon lonjakan kasus Covid-19

Dante menegaskan, dalam upaya merespons lonjakan kasus Covid-19 tersebut, maka untuk daerah-daerah dengan kondisi lonjakan kasusnya tinggi, seperti di Bangkalan, Madura dan Kudus, Kementerian Kesehatan dan pemerintah pusat hingga pemda harus memberikan dukungan fasilitas-fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.

Di antaranya seperti bantuan tempat tidur, alat-alat medis, termasuk mendukung persediaan obat-obatan dan menambah alokasi tenaga kesehatan.

"Kemenkes juga melakukan mitigasi dan evaluasi dalam rangka membantu manajemen pelayanan kesehatan bagi daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus tinggi tersebut," ujarnya.

Baca juga: Epidemiolog: Lonjakan Kasus Covid-19 di Madura Sangat Buruk dan Bisa Jadi Bom Waktu

 

Ia juga berkata, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang menjadi langkah antisipasi hingga level RT atau RW juga diperketat di daerah-daerah yang belum mengalami lonjakan kasus tinggi.

"PPKM Mikro akan terus kita lanjutkan di 34 provinsi, sampai kondisi waspada ini kita lampaui dan terbukti mampu menurunkan kasus Covid-19," tuturnya.

Kementerian Kesehatan sendiri sudah memiliki pemodelan untuk memprediksi puncak lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran.

"Tingkat kasus kira-kira akan berlangsung selama 6-7 minggu dari puncak mobilisasi. Dengan penerapan PPKM Mikro dan keterlibatan masyarakat secara luas, kita bisa menekan penularan ini," tegasnya.

Lantas, bagaimana kondisi penularan dan lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan Madura dan Kudus saat ini?

Baca juga: Epidemiolog Beri 3 Saran Mitigasi Antisipasi Dampak Buruk Lonjakan Kasus Covid-19 Bangkalan Madura

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X