Kompas.com - 10/06/2021, 11:02 WIB
Gambar rotifera, hewan air seperti cacing. Hewan purba ini telah membeku selama 24.000 tahun di lapisan tanah beku, permafrost, Siberia, Rusia.
Michael Plewka via GIZMODOGambar rotifera, hewan air seperti cacing. Hewan purba ini telah membeku selama 24.000 tahun di lapisan tanah beku, permafrost, Siberia, Rusia.


KOMPAS.com- Siapa sangka, makhluk purba bernama rotifera mampu hidup kembali setelah terkubur dalam lapisan tanah beku (permafrost) di Siberia selama 24.000 tahun. Hewan ini sangat kecil, sehingga untuk melihatnya perlu menggunakan mikroskop.

Dengan temuan ini, para ilmuwan pun berharap bahwa penelitian lebih lanjut dari hewan multiseluler ini dapat mengarah pada cara yang lebih baik untuk pengawetan sel, jaringan, dan organ manusia.

Mengutip Gizmodo, Rabu (9/6/2021) rotifera adalah hewan air seperti cacing yang lebih menyukai air tawar dan tanah yang lembab.

Meski tak sehebat tardigrades, hewan mikroskopis ini juga punya keterampilan hidup yang ekstrem, karena mampu menahan dehidrasi, suhu beku, kelaparan, dan kadar oksigen rendah.

Baca juga: Hewan Terkecil di Dunia, Ada yang Sebesar Koin

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hidupnya hewan ini pun akhirnya juga menunjukkan jika makhluk tersebut lebih tangguh dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Laporan kami adalah bukti tersulit bahwa hewan multiseluler dapat bertahan selama puluhan ribu tahun dalam kriptobiosis, keadaan metabolisme yang hampir sepenuhnya terhenti," kata Stas Malavin, ahli biologi di Soil Cryology Laboratory di Institute of Physicochemical and Biological Problems in Soil Science di Pushchino, Rusia.

Malavin yang juga penulis studi ini mengatakan rotifera ini ditemukan di dekat Sungai Alazeya di timur laut Siberia pada kedalaman 3,5 meter.

Hewan mikroskopis ini pun selanjutnya dibawa ke laboratorium dan dihidupkan kembali. Bahkan peneliti berhasil membuat beberapa kultur rotifera sekunder dari individu yang sama.

Baca juga: Hewan Juga Bisa Tertawa, Analisis Data Vokalisasi Buktinya

Halaman:


Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Gempa Maluku M 6,1: BMKG Minta Segera Jauhi Pantai, Ada Potensi Tsunami

UPDATE Gempa Maluku M 6,1: BMKG Minta Segera Jauhi Pantai, Ada Potensi Tsunami

Oh Begitu
Mengenal Corona Varian Delta, Lebih Menular dari Varian Lainnya

Mengenal Corona Varian Delta, Lebih Menular dari Varian Lainnya

Oh Begitu
Kabar Baik, Vaksin AstraZeneca Efektif 92 Persen Lawan Varian Delta

Kabar Baik, Vaksin AstraZeneca Efektif 92 Persen Lawan Varian Delta

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Seram, Maluku

Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Seram, Maluku

Oh Begitu
 Apa yang Dimaksud Vaksin Aman, Padahal Tetap Ada Efek Sampingnya?

Apa yang Dimaksud Vaksin Aman, Padahal Tetap Ada Efek Sampingnya?

Oh Begitu
Tes Virus Corona di Daerah Masih Rendah, Ini Saran Ahli Kendalikan Kasus Covid-19

Tes Virus Corona di Daerah Masih Rendah, Ini Saran Ahli Kendalikan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Oh Begitu
Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri Miringnya Inti Bumi dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri Miringnya Inti Bumi dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
komentar
Close Ads X