Sinetron Indonesia, Degradasi atau Terkubur dalam Lumpur?

Kompas.com - 09/06/2021, 16:05 WIB
Suara Hati Istri Zahra Instagram @indosiarSuara Hati Istri Zahra

Oleh: Widjajanti M Santoso

Sinetron Suara Hati Istri menghebohkan publik dengan cerita laki-laki berpoligami dengan beberapa perempuan, di antaranya adalah anak dibawah umur.

Sinetron ini menghasilkan beragam reaksi, dari gerakan perempuan (katakahlah demikian) mengkritik sinetron tersebut, karena jelas-jelas menerima padofilia sebagai sebuah kebenaran atau menerimanya sebagai kenormalan.

Reaksi lain menyatakan, bahwa itu cuma sekedar cerita, untuk menghabiskan waktu. Di mana letak permasalahannya?

Baca juga: Sinetron Suara Hati Istri Dikecam, Pelibatan Anak Pemeran Zahra hingga Promosi Perkawinan Jadi Sorotan

Soap opera atau opera sabun, adalah kata lain untuk menggambarkan peniruan cerita dan terutama ditonton oleh para perempuan (dan anak), karena menjadi tontonan di ruang domestik.

Sejarahnya memperlihatkan, bahwa iklan yang digunakan untuk mengisi acara tersebut adalah iklan barang-barang rumah tangga, yang menghasilkan penamaan seperti itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan berkembangnya teknologi pembuatan film yang lebih murah, maka menghasilkan penamaan sinetron.

Cerita di opera sabun dapat dibagi atas dua pembagian besar, yang pertama adalah sinetron dengan tayangan yang terus menerus dengan sekuel atau pembabakan yang berkembang tiada henti.

Bentuk yang kedua adalah sinetron dengan jumlah episode yang terbatas, yang cenderung memiliki makna atau ideologi yang dianggap lebih jelas dibandingkan dengan episode yang panjang, yang seringkali ceritanya terlihat mengada-ada.

Opera sabun yang panjang pernah terkenal seperti Dallas, yang becerita tentang orang kaya, perempuan cantik, seks, dan hubungan manusia yang rumit dan tentu saja balas dendam.

Opera sabun menjadi salah satu fokus dari kajian gender, karena konstruksi feminitas yang submisif, penuh penindasan dan kekerasan.

Akan tetapi di lain pihak, ada yang menggunakannya justru untuk testing the water tentang isu-isu yang sensitif, yang justru menghadirkan pemaknaan baru.

Ciri seperti ini, dianggap merupakan perkembangan moderen dari opera sabun.

Mereka yang bergerak dibidang ini mencoba menciptakan masyarakat yang lebih baik, masyarakat yang bisa berdialog, menerima perbedaan, laki-laki yang peduli dan menghargai perempuan, selain itu juga menggambarkan bagaimana menerima kejatuhan, kegagalan, serta dicampakkan.

Dalam konteks seperti ini, opera sabun merupakan alat untuk ‘mendidik’ masyarakat, mencoba berdialog dengan situasi sosial yang menekan dan bersikap terhadap keputusasaan.

Bahasa lainnya adalah subversi, yaitu melakukan upaya mempertanyakan nilai dominan, misalnya dengan mengangkat posisi perempuan sebagai agensi.

Posisinya mensubversi, mengilik-ngilik, mempertanyakan nilai dominan, dan berusaha menunjukkan narasi, pemaknaan baru.

Baca juga: Sinetron Ikatan Cinta, Kenapa Kita Menangis Bersama Andin? Sains Jelaskan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maluku Waspada Gempa Susulan dan Tsunami, Warga Wajib Lakukan 7 Tindakan Antisipasi

Maluku Waspada Gempa Susulan dan Tsunami, Warga Wajib Lakukan 7 Tindakan Antisipasi

Oh Begitu
UPDATE Gempa Maluku M 6,1: BMKG Minta Segera Jauhi Pantai, Ada Potensi Tsunami

UPDATE Gempa Maluku M 6,1: BMKG Minta Segera Jauhi Pantai, Ada Potensi Tsunami

Oh Begitu
Mengenal Corona Varian Delta, Lebih Menular dari Varian Lainnya

Mengenal Corona Varian Delta, Lebih Menular dari Varian Lainnya

Oh Begitu
Kabar Baik, Vaksin AstraZeneca Efektif 92 Persen Lawan Varian Delta

Kabar Baik, Vaksin AstraZeneca Efektif 92 Persen Lawan Varian Delta

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Seram, Maluku

Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Seram, Maluku

Oh Begitu
 Apa yang Dimaksud Vaksin Aman, padahal Tetap Ada Efek Sampingnya?

Apa yang Dimaksud Vaksin Aman, padahal Tetap Ada Efek Sampingnya?

Oh Begitu
Tes Virus Corona di Daerah Masih Rendah, Ini Saran Ahli Kendalikan Kasus Covid-19

Tes Virus Corona di Daerah Masih Rendah, Ini Saran Ahli Kendalikan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Oh Begitu
Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri Miringnya Inti Bumi dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri Miringnya Inti Bumi dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
komentar
Close Ads X