Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/06/2021, 12:00 WIB
Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Kemiripan gejala antara Covid-19 dengan flu sering membingungkan banyak orang, termasuk pembaca Kompas.com bernama Wulan W. Dia pun menanyakan gejala yang dialaminya ke rubrik Halo Prof!:

"Halo, Prof! Izin konsultasi mengenai gejala yang saya alami 3 hari terakhir, yaitu pilek, hidung buntu, batuk, sakit tenggorokan, namun tidak ada demam.

Akhir tahun lalu saya pernah terkena Covid-19 dan ketika cek antibodi, hasilnya cukup tinggi sekitar 95. Yang saya mau tanyakan, apakah saya terkena Covid-19 lagi, atau hanya flu biasa? Bagimana membedakan gejala Covid-19 dan flu, Prof? Terima kasih."

Baca juga: Flu Burung H10N3 di China, Apakah Virus Ini Berbahaya?

Pertanyaan ini dijawab oleh dr. Felix Samuel, M.Kes, Dokter Umum di RS Pondok Indah – Pondok Indah. Berikut paparannya:

Terima kasih atas pertanyaannya ya, Ibu Wulan. Gejala Covid-19 dapat meliputi berbagai keluhan berikut ini:

• Demam
Batuk kering
• Kelelahan
• Nyeri kepala, badan, sendi
• Nyeri tenggorokan
• Diare
• Mata merah
• Hilangnya indera perasa atau penciuman
• Ruam pada kulit
• Kesulitan bernapas atau sesak napas
• Nyeri dada

Jadi keluhan yang Ibu Wulan alami dapat disebabkan oleh infeksi Covid-19.

Baca juga: Cara Membedakan Pilek dan Flu Berdasarkan Gejalanya

Namun mengingat Ibu Wulan sudah pernah terinfeksi Covid-19 sebelumnya dan sudah ada titer antibodi Covid-19 dari hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan, maka bisa jadi berbagai keluhan yang Ibu Wulan alami disebabkan oleh infeksi selain infeksi Covid-19.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa seorang penyintas Covid-19 memiliki risiko 84 persen lebih rendah untuk mengalami reinfeksi atau infeksi ulang Covid-19.

Hal ini menunjukan bahwa adanya antibodi terhadap virus SARS COV-2 dalam tubuh penyintas Covid-19 yang dapat melindungi seseorang dari kemungkinan terinfeksi ulang, namun memang ada beberapa kasus seseorang mengalami reinfeksi atau ulang Covid-19 walau secara persentase jumlahnya kecil, dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam infeksi ulang tersebut masih dalam penelitian para ahli.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+