Kompas.com - 04/06/2021, 08:05 WIB
Para pasien Covid-19 di India yang juga terinfeksi jamur hitam atau Mucormycosis, dirawat di rumah sakit NSCB, Jabalpur, India, pada 20 Mei 2021. AFP PHOTO/UMA SHANKAR MISHRAPara pasien Covid-19 di India yang juga terinfeksi jamur hitam atau Mucormycosis, dirawat di rumah sakit NSCB, Jabalpur, India, pada 20 Mei 2021.

KOMPAS.com - Mukormikosis atau biasa disebut masyarakat infeksi jamur hitam (black fungus) dinyatakan tengah meningkat kasusnya di India, padahal sebenarnya penyakit ini termasuk kategori langka.

"Mukormikosis termasuk penyakit langka, tetapi berbahaya karena potensi kematianya sangat tinggi," kata  Dr dr Anna Rozaliyani MBiomed, SpP(K) selaku Ketua Pokja Bidang Mikosis Paru Pusat Mikosis Paru FKUI/RS Persahabatan.

Hal ini disampaikannya dalam Konferensi Pers bertajuk Black Fungi pada Pasien Covid-19: Apa yang Perlu Kita Waspadai? diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) pada Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Infeksi Mukormikosis Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi Covid-19

Anna menjelaskan, angka kematian akibat penyakit mukormikosis cukup bervariasi antara 46 persen hingga 96 persen tergantung pada kondisi penyakit pasien, jenis jamur, dan bagian tubuh yang terkena.

Mukormikosis berpotensi menyerang berbagai sistem organ yang mengakibatkan munculnya beragam gejala klinis yang berkembang cepat.

Tanda klinis klasik mukormikosis adalah timbulnya nekrosis atau kematian jaringan secara cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu terjadi akibat invasi jamur yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan trombosis (gumpalan darah), serta kelainan jaringan berwarna hitam atau black eschar.

Mekanisme infeksi mukormikosis

Mukormikosis adalah infeksi jamur sistemik yang disebabkan oleh golongan Mucormycetes seperti Rhizopus spp, Mucor spp, Rhizomucor spp, Cunninghamella bertholletiae, Apophysomyces spp, dan Lichteimia.

Mukormikosis terjadi melalui kontak dengan spora atau elemen jamur dari lingkungan seperti tanah, bahan organik yang membusuk misalnya daun, tumpukan kompos, dan kotoran hewan.

Elemen jamur yang sangat kecil dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran napas (terhirup dari udara), melalui cedera atau goresan kulit, atau tertelan tanpa disadari.

"Makanya jamur ini paling banyak menginfeksi tanah dan bisa terhirup di udara melalui debu, dan menginfeksi tubuh melalui saluran pernapasan," ujarnya.

Anna menambahkan, sebagian besar dari kasus yang ada ternyata menyebar secara sporadis.

Baca juga: Bahaya Mukormikosis, Infeksi Jamur Hitam yang Dialami Pasien Covid-19 di India

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.