Kompas.com - 02/06/2021, 16:01 WIB


KOMPAS.com- Setelah digunakan di sejumlah negara, termasuk di Indonesia, akhirnya vaksin Covid-19 buatan Sinovac kantongi izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sinovac, vaksin China yang akhirnya mengantongi izin EUA dari WHO, sehingga dapat digunakan di negara-negara berpenghasilan rendah dalam program global, COVAX.

Seperti dilansir dari Reuters, Rabu (2/6/2021), daftar darurat WHO adalah sinyal bagi regulator nasional tentang keamanan dan kemanjuran produk yang memungkinkan vaksin Sinovac untuk bergabung dalan COVAX.

Seperti diketahui bahwa COVAX merupakan program global yang menyediakan vaksin terutama untuk negara-negara miskin, yang menghadapi kesulitan pasokan utama vaksin Covid-19 karena pembatasan ekspor dari India.

Panel ahli independen WHO mengatakan bahwa mereka merekomendasikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech untuk orang dewasa di atas usia 18 tahun.

 

Baca juga: 6 Vaksin yang Akan Disetujui WHO, dari AstraZeneca hingga Sinovac

 

Namun, tidak ada batasan usia atas, karena data menyarankan kemungkinan memiliki efek perlindungan pada orang tua.

Kelompok penasihat teknis WHO telah bertemu pada 5 Mei lalu untuk membuat keputusan setelah meninjau data hasil uji klinis terbaru terkait keamanan dan kemanjuran vaksin Sinovac, serta praktik manufaktur perusahaan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyambut baik hal ini.

Tedros menyebut vaksin China ini aman dan efektif, serta mencatat persyaratan penyimpanan yang mudah, sehingga membuat vaksin virus corona tersebut cocok untuk disalurkan ke negara-negara berpenghasilan rendah.

Baca juga: Vaksin Sinopharm China Kantongi Izin WHO untuk Penggunaan Darurat

 

"Sekarang penting untuk memberikan alat penyelamat ini kepada orang-orang yang membutuhkannya dengan cepat," kata Tedros dalam sebuah pernyataan.

CoronaVac, nama vaksin Covid-19 yang disematkan Sinovac, adalah vaksin kedelapan yang kantongi izin dari WHO dan masuk dalam daftar program COVAX untuk memerangi pandemi virus corona ini.

Vaksin kedua yang dikembangkan oleh perusahaan China, setelah 7 Mei lalu, vaksin Sinopharm mendapat dukungan sejumlah negara.

Sementara itu, selain vaksin Sinovac, vaksin Covid-19 buatan China yang ketiga produksi CanSino Biologics, telah mengirimkan data uji klinis, namun belum ada jadwal untuk ditinjau oleh para ahli WHO.

Baca juga: Soal Data Vaksin Covid-19 Sinopharm, Kepercayaan WHO Sangat Rendah

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.