Kompas.com - 02/06/2021, 09:00 WIB
Tangkap layar, pesawat ruang angkasa kargo China Tianzhou-2, berhasil terhubung dengan modul inti stasiun luar angkasa Tianhe pada Minggu (30/5/2021), menurut Badan Antariksa Berawak China (CMSA). XINHUA via YOUTUBETangkap layar, pesawat ruang angkasa kargo China Tianzhou-2, berhasil terhubung dengan modul inti stasiun luar angkasa Tianhe pada Minggu (30/5/2021), menurut Badan Antariksa Berawak China (CMSA).


KOMPAS.com- China bersiap merampungkan pembangunan stasiun luar angkasa. Pesawat kargo Tianzhou-2 yang membawa modul kunci stasiun ini berlabuh pada Minggu (30/5/2021).

Dilansir dari Reuters, Selasa (1/6/2021), pesawat kargo Tianzhou-2 membawa persediaan, peralatan dan propelan, guna mempersiapkan pembangunan Stasiun Luar Angkasa Tianhe.

Tianzhou-2 atau yang disebut sebagai 'Kapal Surgawi' dalam bahasa China, secara otonom berlabuh di Tianhe pada pukul 05.01 waktu Beijing, seperti diberitakan Xinhua.

Pesawat kargo tersebut meluncur dengan roket Long March-7 Y3 pada pukul 08.55 malam waktu Beijing pada Sabtu dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di pulau selatan Hainan.

Hal itu disampaikan Kantor Teknik Luar Angkasa Berawak China.

Baca juga: Perlombaan Peluncuran Stasiun Luar Angkasa Dimulai, Usai Rusia Kini China

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Pesawat kargo ini dirancang dengan masa pakai lebih dari 1 tahun, Tianzhou-2 membawa persediaan untuk astronot di masa depan dan dua ton propelan.

Termasuk makanan untuk kru Shenzhou-12 yang akan meluncur ke stasiun luar angkasa tersebut pada bulan depan, untuk tinggal selama tiga bulan di stasiun tersebut.

Tianzhou-2 adalah misi kedua dari 11 misi yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan stasiun luar angkasa pertama yang dikembangkan sendiri oleh China.

Rencananya, misi ini dirampungkan pada tahun 2022 dan mengikuti peluncuran Tianhe, modul pertama, dijadwalkan akan selesai pada akhir April 2022.

Pembangunan stasiun luar angkasa China akan memiliki tiga modul dan disebut akan menyaingi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang didukung oleh Amerika Serikat, Rusia dan Jepang. China telah dilarang berpartisipasi dalam ISS oleh Amerika Serikat.

Baca juga: Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe, pada roket Long March-5B Y2 dipindahkan ke area peluncuran Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan China selatan pada (23/4/2021)AP PHOTO/GUO WENBIN Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe, pada roket Long March-5B Y2 dipindahkan ke area peluncuran Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan China selatan pada (23/4/2021)

Media setempat juga melaporkan bahwa peluncuran roket di bulan ini ditunda karena alasan teknis.

Pesawat ruang angkasa kargo pertama Tianzhou-1 dikirim untuk mengisi bahan bakar laboratorium ruang angkasa, Tiangong-2, selama tiga kali pada tahun 2017. Misi itu sebagai uji teknologi yang diperlukan untuk mendukung pembangunan stasiun luar angkasa.

Dalam beberapa tahun terakhir, baik Tiangong-2 maupun laboratorium luar angkasa sebelumnya, Tiangong-1, telah deorbitasi.

Pada tahun depan, China akan meluncurkan dua modul inti lainnya, yakni Wentian dan Mengtian, menggunakan roket Long March 5B. Roket ini diklaim sebagai kendaraan transportasi ruang angkasa terbesar dan terkuat.

Roket ini, disebut mampu mengirimkan 25 ton muatan ke orbit rendah Bumi. Namun menjadi kekhawatiran pada awal Mei karena memasuki atmosfer kembali setelah mengantarkan Tianhe ke orbit.

Baca juga: China dan Rusia Sepakat Bangun Stasiun Luar Angkasa di Bulan

 

 

Laporan media telah memperingatkan masuknya kembali roket tersebut tidak terkendali dari tahap inti roket.

Peristiwa ini menghidupkan lagi ingatan tentang puing-puing dari roket Long March 5B pertama pada Mei 2020, yang jatuh menghujani permukiman warga di Pantai Gading, Afrika.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah bangunan rusak karena jatuhnya puing-puing roket tersebut.

Sisa-sisa dari roket akhirnya jatuh tanpa bahaya di Samudra Hindia, tetapi China menuai kritik karena tidak transparan tentang waktu masuknya kembali puing-puing roketnya dan prediksi lintasan dari puing-puing roket tersebut.

Dari Juni hingga tahun 2022 mendatang, empat pesawat ruang angkasa berawak dan empat pesawat ruang angkasa kargo akan diluncurkan dengan roket Long March-7 dan 2F yang berukuran lebih kecil.

Masing-masing pesawat ruang angkasa yang akan meluncur ke stasiun luar angkasa China tersebut memiliki muatan Bumi rendah maksimum 14 ton dan 8,8 ton.

Baca juga: Kebocoran di Stasiun Luar Angkasa Internasional, NASA Lakukan Penyelidikan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.