Kompas.com - 28/05/2021, 20:31 WIB
Ilustrasi microwave SHUTTERSTOCK/ANDREY_POPOVIlustrasi microwave

KOMPAS.comMicrowave merupakan salah satu alat modern yang sangat membantu pekerjaan dapur. Microwave biasa digunakan untuk defrosting makanan beku, menghangatkan makanan hingga memanggang kue.

Cara memasak atau menyiapkan makanan sangat berpengaruh terhadap nutrisi bahan makanan yang akan dikonsumsi. Benarkah microwave adalah cara praktis yang aman untuk menyiapkan makanan?

Apa itu microwave?

Microwave adalah alat pemanasan buatan yang memanfaatkan energi gelombang mikro yang efektif untuk memanaskan makanan. Pemanasan dalam microwave terjadi kerena adanya radiasi gelombang elektromagnetik.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan (17/3/2017), radiasi dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan kemampuannya dalam melakukan ionisasi. Radiasi terbagi menjadi radiasi pengion dan radiasi nonpengion.

Baca juga: Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Radiasi pengion adalah radiasi yang jika menabarak sesuatu akan menimnulkan partikel listrik atau ionisasi. Sedangkan radiasi nonpengion adalah radiasi yang tidak menimbulkan ionisasi.

Radiasi nonpengion berbeda dengan radiasi pengion yang bisa membuat kerusakan pada sel dan molekul pada tubuh. Gelombang mikro di dalam microwave, bersama dengan cahaya tampak dan frekuensi radio, merupakan contoh dari radiasi nonpengion. Sedangkan contoh dari radiasi pengion adalah sinar x.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Microwave untuk menghangatkan makanan memiliki tiga karakteristik. Pertama, gelombangnya dipantulkan oleh logam. Kedua, gelombangnya bisa menembus kaca, kertas, plastic, atau kemasan makanan lainnya. Ketiga, gelombang mikro akan terserap oleh makanan.

Baca juga: 5 Makanan yang Tak Boleh Dipanaskan dengan Microwave

Menyiapkan makanan dengan microwave

Gelombang mikro yang dihasilkan alat ini akan membuat molekul air di dalam makanan akan bergerak dengan cepat sehingga menimbulkan panas. Oleh karena itu, makanan yang mengandung banyak air akan lebih cepat panas dibandingkan makanan lain.

Microwave bisa menjadi pilihan memasak yang lebih efisien karena waktu yang diperlukan jauh lebih singkat.

Dilansir dari Food and Drugs Administration (FDA), memasak dengan microwave tidak mengurangi nutrisi pada makanan lebih banyak daripada cara memasak konvensional. Hal ini dikarekan proses memasak yang singkat dan tanpa menambahkan air.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.