Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Curigai Gempa Kuat Jawa Timur sejak Akhir Tahun 2020, Kok Bisa?

Kompas.com - 28/05/2021, 12:31 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

KOMPAS.com - Pekan lalu, Jumat (21/5/2021) sekitar pukul 19.00 WIB, wilayah Jawa Timur diguncang gempa kuat dengan kekuatan magnitudo 5,9.

Gempa yang berpusat di Blitar ini terasa hingga Yogyakarta dan Bali. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, tercatat ada 492 rumah yang rusak karena gempa di wilayah tersebut .

"Sebagian besar rumah mengalami rusak ringan, sementara untuk yang rusak berat tercatat ada belasan," ungkap Pelaksana Tugas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono,  dikutip dari Antara, Rabu (26/5/2021).

Baca juga: Pusat Gempa Blitar 110 Km di Bawah Laut, Kok Getarannya Terasa Kuat?

Peningkatan kejadian gempa di Indonesia

Dwikorita Karnawati selaku Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, sebelum ada kejadian gempa kuat di Jawa Timur, BMKG sebenarnya sudah melakukan evaluasi.

"Tepatnya di akhir tahun (2020), kami mengevaluasi ternyata terjadi peningkatan aktivitas gempa bumi di beberapa klaster wilayah Indoneia," kata Dwikorita dalam webinar bertajuk "Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur", Jumat (28/5/2021).

"Terutama klaster yang ada di Jawa Timur, tepatnya di lepas pantai selatan Jawa Timur. Dan klaster di Selat Sunda, selatan Jawa Barat, selatan Jawa Tengah, serta sebelah barat Kepulauan Mentawai yang dapat berdampak sampai Sumatra Barat."

Dikatakan Dwikorita, secara umum wilayah Indonesia mengalami lompatan kejadian gempa dengan berbagai magnitudo.

Kejadian gempa di Indonesia menunjukkan tren peningkatan.Tangkapan layar Webinar BMKG Kejadian gempa di Indonesia menunjukkan tren peningkatan.

Jumlah kejadian gempa sejak 2008-2016 rata-rata berkisar antara 4.000-5.000 kali gempa dalam setahun.

Namun, pada 2017, yang awalnya terjadi 4.000-5.000 kali gempa, jumlah kejadian gempa meningkat menjadi 7.169 kali dalam setahun

"Bahkan 2018 meningkat menjadi 11.920 kali, di tahun 2019 masih bertahan di atas angka 11.000 (11.588), dan tahun 2020 masih di atas rata-rata, yakni 8.258 kali," ungkap Dwikorita.

"Kalau kita lihat klasteringnya, ini termasuk wilayah lepas pantai Jawa Timur," imbuh dia.

Gempa-gempa kecil sebelum gempa besar

Sebagai informasi, angka signifikan jumlah gempa pada 2018 dan 2019 yang jumlahnya mencapai lebih dari 11.000 kali terkait dengan beberapa kejadian gempa pada 2018:

  • Gempa Lombok, ada 2.763 gempa susulan
  • Gempa Palu, ada 1.438 gempa susulan

Dari ribuan gempa yang mengguncang Indonesia dalam setahun, kekuatannya bervariasi. Dwikorita menyebutkan, didominasi oleh gempa dengan magnituda kurang dari 5,0.

Kendati gempanya kecil-kecil, hal ini patut menjadi perhatian.

Pasalnya, dari pelajaran yang dipetik BMKG, gempa besar dan merusak yang mengguncang suatu wilayah

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com