Kompas.com - 25/05/2021, 21:32 WIB
Ilustrasi pancake yang dihangatkan di dalam microwave. SHUTTERSTOCK/ AVC OriginalsIlustrasi pancake yang dihangatkan di dalam microwave.
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Microwave merupakan peralatan dapur yang umumnya digunakan untuk memanaskan makanan, bukan memasak.

Beberapa makanan cepat saji pun hanya membutuhkan panas dari microwave agar siap disantap.

Meski praktis dan cepat, menurut FDA, tidak semua makanan dapat dipanaskan dengan microwave.

Dilansir dari Eat This Not That, 26 Mei 2020, berikut adalah 5 makanan yang tak boleh dipanaskan dengan microwave.

1. Telur utuh

Jangan memasukkan telur rebus utuh ke dalam microwave karena ia bisa meledak saat dipanaskan. Ini berlaku untuk telur yang masih dalam cangkang atau sudah dikupas.

Baca juga: Radiasi Microwave Dapat Merusak Makanan, Benarkah?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini terjadi karena telur di dalam cangkang atau telur yang sudah dikupas mendapat tekanan dari uap yang menumpuk di dalam telur.

Jika ingin memanaskan telur rebus di dalam microwave, potong-potong terlebih dahulu agar telur tidak meledak.

2. Daging olahan

Cara memasak, menyimpan, dan memanaskan daging olahan sangat memengaruhi produksi oksidasi kolesterol yang berbahaya untuk kesehatan.

Sebuah studi mengatakan bahwa microve menghasilkan produksi COP yang lebih tinggi dalam sosis, bacon, dan sebagainya dibandingkan dengan metode memasak lainnya.

3. Daging beku

Menggunakan microwave untuk mencairkan daging beku mungkin cara yang cepat dan mudah, namu distribusi panas yang tidak merata akan menyebabkan daging tidak matang secara menyeluruh.

Baca juga: Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penelitian juga menunjukkan kemungkinan adanya bakteri yang tumbuh pada daging yang dibiarkan daging. Bakteri tersebut bisa menjadi sumber penyakit yang ditularkan melalui makanan.

4. ASI

Mencairkan ASI yang beku menjadi cara yang umum dilakukan untuk menghemat waktu.

Hal ini sangat tidak disarankan. Pasalnya, meski microwave dapat mencairkan susu dengan cepat, susu tidak bisa panas secara merata dan menghasilkan “titik panas” yang dapat membuat tenggorokan dan mulut bayi melepuh.

FDA menyarankan untuk memanaskan ASI atau susu dengan air panas atau dimasukkan dalam panci di atas kompor.

5. Saus pasta

Memanaskan pasta sisa makan malam dengan microwave bukanlah ide yang bagus. Dalam beberapa menit, microwave akan kotor dan dipenuhi percikan pasta tomat.

Baca juga: Berdiri Terlalu Dekat dengan Microwave, Akankah Terpapar Radiasi?

Konsistensi pasta tomat yang kental menyulitkan partikel untuk bergerak sehingga tekanan uap terbentuk di bawah permukaan hingga akhirnya meletus untuk mengeluarkan uap.

Untuk memanaskan pasta tomat, gunakan panci atau wajan di atas kompor dan terus mengaduknya untuk mengeluarkan uap dan tekanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
4 Dampak Pandemi Covid-19 yang Dirasakan Pasien Kanker Paru

4 Dampak Pandemi Covid-19 yang Dirasakan Pasien Kanker Paru

Oh Begitu
Apa Itu Waste Credit? Diklaim Bisa Jadi Solusi Sampah di Indonesia

Apa Itu Waste Credit? Diklaim Bisa Jadi Solusi Sampah di Indonesia

Oh Begitu
Tes Antigen untuk Diagnosis Covid-19, Aturan Baru Percepat Testing dan Tracing

Tes Antigen untuk Diagnosis Covid-19, Aturan Baru Percepat Testing dan Tracing

Oh Begitu
Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
komentar
Close Ads X