Studi Baru: Vaksin AstraZeneca Efektif Kurangi Gejala Kesakitan akibat Varian B.1.1.7 dan B.1.617.2

Kompas.com - 25/05/2021, 17:05 WIB
Ilustrasi vaksin AstraZeneca SHUTTERSTOCK/Elzbieta KrzysztofIlustrasi vaksin AstraZeneca

KOMPAS.com - Meskipun beberapa kali menuai polemik, berdasarkan hasil studi terbaru menunjukkan, bahwa dua dosis vaksin produk AstraZeneca efektif mengurangi gejala keparahan akibat varian baru B.1.1.7 dan B.1.617.2.

Studi tersebut dikeluarkan oleh lembaga kesehatan di Inggris yakni Public Health England (PHE) pada tanggal 22 Mei 2021.

Seperti diketahui, B.1.1.7 merupakan salah satu dari mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yang diputuskan menjadi variant of concern (voc) oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Jubir Vaksinasi Kemenkes Pastikan 39 dari 40 Batch Vaksin AstraZeneca Aman Digunakan

Varian B.1.1.7 adalah mutasi virus yang dikenal berasal dari Inggris, dan dianggap cukup mengkhawatirkan karena terindikasi lebih mudah menular dan memperparah kondisi pasien terinfeksi dibadingkan jenis Covid-19 biasa.

Vaksin AstraZeneca yang disuntikkan dalam dua dosis vaksin menunjukkan, 66 persen efektif dalam mengurangi gejala kesakitan dari varian Covid-19 B.1.1.7.

Hasil studi tersebut juga menemukan, bahwa efektivitas vaksin AstraZeneca ini juga sudah bisa dilihat dari satu dosis vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk satu dosis vaksin AstraZeneca, 50 persen efektif mengurangi gejala kesakitan atau keparahan dari varian Covid-19 B.1.1.7 atau varian Inggris, setelah 3 minggu disuntikkan.

Tidak hanya itu, penelitian yang dilakukan oleh PHE dalam rentang waktu dari 5 April hingga 16 Mei 2021 ini juga mengemukakan, bahwa dua dosis vaksin AstraZeneca 60 persen efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian Covid-19 B.1.617.2 atau varian India.

Begitupun, satu dosis vaksin AstraZeneca 33 persen efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian Covid-19 B.1.617.2 atau varian India, pasca 3 minggu vaksin tersebut disuntikkan.

Pakar Imunisasi, dr Elizabeth Jane Soepardi MPH DSc mengatakan, saat ini vaksin Covid-19 AstraZeneca adalah vaksin yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

"WHO juga telah menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca aman dan efektif untuk melindungi orang dari risiko Covid-19 yang sangat serius," kata Jane dalam rilis resmi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (24/5/2021).

Gejala kesakitan serius yang dimaksudkan itu termasuk risiko kematian, rawat inap, dan penyakit parah.

Baca juga: Ketua Satgas IDI Larang Vaksin AstraZeneca untuk Usia 30 Tahun Ke Bawah, Ini Risetnya

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.