Kompas.com - 22/05/2021, 17:34 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan, gempa bumi tektonik yang berpusat di Blitar tadi malam, berbeda dengan kejadian gempa Malang beberapa waktu lalu meskipun sama-sama di wilayah selatan Jawa Timur.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Mitigasi BMKG Daryono kepada Kompas.com, Sabtu (22/5/2021).

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 10 April 2021, wilayah Jawa Timur dan sekitarnya juga diguncang gempa yang cukup membuat khawatir masyarakat yang merasakannya. Gempa itu berpusat di Malang.

Kendati sama-sama masih di jalur Selatan Jawa Timur, Daryono menegaskan bahwa gempa Blitar tadi malam tidak sama dengan gempa Malang.

Baca juga: 6 Fakta Gempa Blitar, dari Bukan Gempa Megathrust hingga Termasuk Merusak

"Gempa ini merupakan gempa baru, bukan gempa susulan dari gempa M 6,1 yang terjadi pada 10 April 2021, meskipun kedua gempa tersebut sama jenisnya yaitu gempa intraslab," tegasnya.

Dari segi lokasi episenternya, jarak gempa Blitar terpisah sekitar 27 km dari gempa 6,1 yang terjadi pada 10 April 2021 di Malang, sedangkan kedalaman hiposenternya terpaut 29 km. Mekanisme sumber kedua gempa juga agak berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian gari segi magnitudonya, gempa M 5,9 di Blitar ini terlalu besar untuk dikatakan sebagai gempa susulan dari gempa Malang dengan M 6,1 pada 10 April 2021, sehingga berdasarkan data-data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa gempa Blitar bukan gempa susulan dari gempa Malang

Meskipun demikian, Daryono juga mengatakan bahwa ada kemungkinan gempa Blitar terjadi akibat dipicu oleh gempa Malang.

Baca juga: Gempa Blitar Bukan Megathrust, Pakar BMKG Jelaskan Mekanismenya

Pasalnya, gempa ini merupakan jenis gempa intraslab yang mampu meradiasikan ground motion atau guncangan yang lebih besar dari gempa lain dengan magnitudo sekelasnya.

Sejarah gempa di selatan Malang-Blitar

Berdasarkan catatan BMKG, sejak tahun 1896, Malang dan sekitarnya sudah diguncang gempa destruktif lebih dari 9 kali.

1. Pada 15 Agustus 1896 yang menyebabkan guncangan dengan skala intensitas VII MMI

2. Pada 31 Agustus 1902, guncangan gempa terjadi dengan skala intensitas VII MMI

3. Pada 27 September 1937, guncangan gempa terjadi dengan skala intensitas VIII-IX MMI

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X