Kompas.com - 19/05/2021, 16:05 WIB
Ilustrasi virus corona pada anak ShutterstockIlustrasi virus corona pada anak

KOMPAS.com - Banyak anak yang terinfeksi SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19 tidak terdiagnosis atau tidak memiliki gejala.

Namun, sekitar satu dari 1.000, mengembangkan kondisi yang disebut sindrom inflamasi multisistem (MIS-C) atau sindrom peradangan pada anak-anak dalam empat hingga enam minggu.

Gejala yang muncul berupa demam, sakit perut dengan muntah dan atau diare, ruam, dan masalah jantung, dan sistem saraf.

Baca juga: IDAI: Belajar dari Negara Lain, Waspada Bahaya Mutasi Virus Covid-19 Mengintai Anak dan Remaja

Dengan diagnosis dini, sindrom inflamasi multisistem (MIS-C) atau sindrom peradangan dapat diobati dengan penekan kekebalan seperti steroid. Namun jika tidak terdeteksi dan tak segera ditangani, sindrom ini bisa berakibat fatal.

Melansir WebMD, Carrie Lucas, asisten profesor imunobiologi di Universitas Yale di New Haven mempertanyakan, mengapa sindrom inflamasi multisistem atau sindrom peradangan bisa terjadi, ketika tidak ada tanggapan virus atau antivirus yang masih ada pada anak-anak?

“Dan mengapa hanya terjadi di usia muda?” tanyanya lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menemukan jawaban, Lucas dan rekannya melakukan penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Immunity, dengan menguji darah dari anak-anak dengan MIS-C, (sindrom inflamasi multisistem), orang dewasa dengan gejala Covid-19 yang parah, serta darah dari anak-anak dan orang dewasa yang sehat.

Dari uji darah tersebut, peneliti menemukan, anak-anak dengan sindrom peradangan memiliki sistem kekebalan bertanda khusus yang berbeda dari kelompok lain.

Secara khusus, mereka memiliki tingkat alarmin yang tinggi - molekul yang merupakan bagian dari sistem kekebalan bawaan, yang dengan cepat merespons semua infeksi.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, bahwa respons sistem kekebalan bawaan anak mungkin lebih kuat daripada orang dewasa. Hal itu kemungkinan bisa menjadi salah satu alasan, mengapa anak-anak biasanya memiliki gejala yang lebih ringan ketika terinfeksi virus corona.

"Kekebalan bawaan mungkin lebih aktif pada anak-anak yang terinfeksi virus," kata Lucas dalam rilis berita universitas.

"Tapi di sisi lain, dalam kasus yang jarang terjadi, kekebalan bawaan ini mungkin terlalu meningkat dan berkontribusi pada penyakit inflamasi ini."

Baca juga: Anak-anak yang Terinfeksi Covid-19 Gejala Ringan Juga Berisiko Alami Penyakit Peradangan

Halaman:


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X