Kompas.com - 18/05/2021, 12:03 WIB
Monumen peringatan tragedi Chernobyl dan sisa reaktor nomor empat yang meledak pada 26 April 2016. WikipediaMonumen peringatan tragedi Chernobyl dan sisa reaktor nomor empat yang meledak pada 26 April 2016.

KOMPAS.com - Aktivitas nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Ukraina ternyata belum sepenuhnya padam. Para ilmuwan memantau adanya lonjakan reaksi fisi di ruang yang tak dapat diakses di dalam kompleks tersebut.

Saat ini ilmuwan pun sedang menyelidiki apakah lonjakan itu akan stabil atau memerlukan intervensi untuk mencegah reaksi nuklir yang tak terkendali.

Seperti dikutip dari New Scientist, Senin (17/5/2021) ledakan di Chernobyl pada 1986 meruntuhkan tembok dan menutup banyak ruangan serta koridor.

Berton-ton materi fisil dari bagian dalam reaktor berserakan di seluruh fasilitas dan panas yang dihasilkan melelehkan pasir dari dinding reaktor dengan beton dan baja. Lelehan tersebut kemudian membentuk zat radioaktif seperti lava yang sangat kuat, mengalir ke lantai bawah.

Baca juga: 35 Tahun Peristiwa Chernobyl, Bagaimana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Itu Bisa Meledak?

Satu ruang yang dikenal sebagai ruang subreaktor 305/2, diperkirakan mengandung banyak bahan ini, tetapi tak dapat diakses dan belum terlihat oleh mata manusia atau robot sejak bencana tersebut.

Sekarang, para peneliti telah melihat lonjakan emisi neutron dari ruangan itu sekitar 40 persen sejak awal 2016. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan reaksi fisi nuklir sehingga para ilmuwan mencoba untuk memantau untuk mengetahui apakah lonjakan tersebut akan hilang atau perlu untuk dilakukan intervensi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Neil Hyatt dari Universitas Sheffield, Inggris, yang mempelajari pembuangan limbah nuklir mengibaratkan kondisi ini seperti bara di lubang barbecue. Ia juga menyebut jika situasi tersebut menjadi pengingat bahwa ini bukan masalah yang telah diselesaikan melainkan masalah yang hanya distabilkan.

Menurut Hyatt, lonjakan tersebut bisa terjadi karena struktur baru yang ditempatkan di atas reaktor yang hancur pada 2016, menyebabkan pabrik mengering.

Saat bahan bakar uranium atau plutonium membusuk secara radioaktif, mereka mengeluarkan neutron yang dapat mendororng reaksi fisi jika neutron ditangkap oleh inti radioaktif lain. Namun, sejumlah besar air sebenarnya dapat memperlambat neutron dan mencegahnya terperangkap.

Ruang kendali reaktor di ChernobylShutterstock Ruang kendali reaktor di Chernobyl

Kasus tersebut terjadi saat tempat penampungan lama yang dibangun dengan tergesa-gesa di atas reaktor beberapa bulan setelah kejadian ledakan menyisakan lubang-lubang yang memungkinkan air hujan masuk.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Fenomena
Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Oh Begitu
7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

Kita
Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Oh Begitu
Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Oh Begitu
komentar
Close Ads X