Kompas.com - 18/05/2021, 11:07 WIB
Awan Cirrus NASAAwan Cirrus

KOMPAS.comAwan memiliki bentuk beragam. Namun, walau bentuknya berbeda-beda, komposisi awan tetaplah sama. Awan merupakan kumpulan butiran air yang melayang di udara.

Perbedaan bentuk awan ternyata bisa membantu kita untuk memprediksi perubahan cuaca yang akan terjadi. Dilansir dari SciJinks by NASA, berikut macam-macam bentuk awan berdasarkan ketinggiannya di langit.

Awan tinggi

Awan tinggi ini berada pada ketinggian 16.500-45.000 kaki atau 5-13.7 kilometer. Terdapat tiga macam awan pada ketinggian ini, yaitu Cirrus, Cirrostratus, dan Cirrocumulus.

Baca juga: 4 Macam Tipe Petir, Lapan Ungkap Terbanyak Petir dari Awan ke Tanah

Awan yang pertama yaitu awan Cirrus, merupakan awan yang tipis seperti bulu. Bentuknya tidak beraturan dan terbentuk dari kristal es yang ditiup angin sehingga tampak berserat dan menyebar. Prediksi cuaca jika ada awan ini adalah akan ada perubahan cuaca setelah ini.

Awan kedua yaitu Cirrostratus. Cirrostratus adalah awan putih yang tipis dan menyelimuti seluruh langit. Biasanya awan ini akan muncul saat musim salju. Awan ini merupakan tanda akan turun salju atau hujan dalam waktu 24 jam ke depan.

Awan Cirrostratushttps://scool.larc.nasa.gov/ Awan Cirrostratus

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya adalah awan Cirrocumulus. Awan ini memiliki karakter yang tipis, terputus-putus, dan menyebar. Awannya akan tampak seperti riak air atau seperti biji-bijian. Awan ini menandakan ada kemungkinan badai datang.

Awan sedang

Awan pada ketinggian sedang berada di ketinggian 6.500-23.000 kaki atau setara 1,9-7 kilometer. Awan pada ketinggian ini ada tiga macam: Altocumulus, Altostratus, dan Nimbostratus.

Baca juga: Mengapa Langit Berwarna Biru di Siang Hari?

Awan altocumulus tampak seperti riak air berwarna putih dengan warna putih atau keabuan. Awan ini terbuat dari butiran air, namun tidak menurunkan hujan.

Awan AltostratusNASA Awan Altostratus

Awan berikutnya adalah Altostratus. Altostratus adalah awan yang berwarna abu-abu atau biru keabuan yang menuutpi seluruh permukaan langit. Awan ini terdiri dari butiran air dan kristal es. Awan ini merupakan anda akan dturun hujan atau salju.

Awan yang ketiga adalah Nimbostratus. Nimbostratus berwarna abu atau abu gelap. Awan ini sangat tebal sehingga menutupi cahaya matahari. Awan ini juga merupakan tanda akan turun salju atau hujan.

Baca juga: Perspektif Bintang dalam Al Quran, Penciptaan Bintang hingga Perilakunya di Akhir Zaman

Awan rendah

Awan rendah hanya berada diketinggian kurang dari 1,9 kilometer. Awan rendah ini ada empat macam : Cumulus, Stratus, Cumulonimbu, dan Stratocumulus.

Cumulus adalah awan yang tampak seperti kapan di langit, ukuran dan bentuknya bervariasi. Awan kedua adalah Stratus yang biasanya banyak diamati di pegunungan. Stratus terlihat seperti lapisan putih yang mengelilingi seluruh langit.

Awan Cumulonimbushttps://scool.larc.nasa.gov/ Awan Cumulonimbus

Ketiga adalah awan Cumulonimbus. Awan ini menjadi terkenal sejak disebut dalam salah satu fim animasi berjudul Up. Awan ini muncul saat hari yang panas. Dari jauh, awan ini tampak seperti gunung atau menara. Ini merupaka pertanda bahwa akan terjadi hujan dan angin puting beliung.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Cara Bintang Mati?

Awan Stratocumulushttps://scool.larc.nasa.gov/ Awan Stratocumulus

Awan Stratocumulus berwarna keabuan dan berumpal-gumpal kecil. Awan ini merupakan tanda hujan petir akan segera datang.

 



Sumber scijinks
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Link Streaming: Hari Ini China Luncurkan 3 Astronot ke Stasiun Luar Angkasa Baru, Tianhe

Link Streaming: Hari Ini China Luncurkan 3 Astronot ke Stasiun Luar Angkasa Baru, Tianhe

Oh Begitu
7 Makanan untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Enak dan Bergizi

7 Makanan untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Enak dan Bergizi

Oh Begitu
Ilmuwan Berhasil Menghidupkan Hewan yang Dibekukan 30 Tahun Lalu

Ilmuwan Berhasil Menghidupkan Hewan yang Dibekukan 30 Tahun Lalu

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Potensi Tsunami dari Gempa Maluku M 6,1 | Inti Bumi Miring, Dampaknya untuk Indonesia

[POPULER SAINS] Potensi Tsunami dari Gempa Maluku M 6,1 | Inti Bumi Miring, Dampaknya untuk Indonesia

Oh Begitu
Khawatir Kaki Bayi Berbentuk O, Perlukah Membedong Bayi Baru Lahir?

Khawatir Kaki Bayi Berbentuk O, Perlukah Membedong Bayi Baru Lahir?

Oh Begitu
Benarkah Singkong Mengandung Racun yang Berbahaya?

Benarkah Singkong Mengandung Racun yang Berbahaya?

Oh Begitu
8 Manfaat Mengganti Minuman Bersoda dengan Air Putih

8 Manfaat Mengganti Minuman Bersoda dengan Air Putih

Oh Begitu
Muncul Virus Corona Varian Delta Plus, Ahli Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Muncul Virus Corona Varian Delta Plus, Ahli Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Oh Begitu
Hati-Hati Menyimpan Makanan di 'Danger Zone'

Hati-Hati Menyimpan Makanan di "Danger Zone"

Oh Begitu
Begini Cara BMKG Menyebarkan Informasi Peringatan Dini Tsunami

Begini Cara BMKG Menyebarkan Informasi Peringatan Dini Tsunami

Oh Begitu
Fenomena Langka Alam Semesta, Astronom Temukan 3 Galaksi Bergabung

Fenomena Langka Alam Semesta, Astronom Temukan 3 Galaksi Bergabung

Fenomena
Berapa Besar Kekuatan Gempa Bumi yang Menyebabkan Tsunami?

Berapa Besar Kekuatan Gempa Bumi yang Menyebabkan Tsunami?

Oh Begitu
Varian Delta Lebih Menular dan Bisa Kelabui Sistem Kekebalan, Ini Penyebabnya

Varian Delta Lebih Menular dan Bisa Kelabui Sistem Kekebalan, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Bagaimana Mekanisme Peringatan Dini Tsunami di Indonesia

Bagaimana Mekanisme Peringatan Dini Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi Jika Berada di Dalam Mobil Hingga Bangunan?

Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi Jika Berada di Dalam Mobil Hingga Bangunan?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X