Kompas.com - 17/05/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi Zhurong berada di permukaan Mars. Wahana antariksa China berhasil mendarat di planet Mars, dan siap melakukan misi eksplorasi luar angkasa di planet merah.

CNSA via NEW SCIENTISTIlustrasi Zhurong berada di permukaan Mars. Wahana antariksa China berhasil mendarat di planet Mars, dan siap melakukan misi eksplorasi luar angkasa di planet merah.


KOMPAS.com- China kembali mengukir sejarah dengan keberhasilannya mendaratkan wahana antariksa pertamanya di Mars, Sabtu (15/5/2021). Momen ini menandai satu lagi prestasi negara tersebut dalam mengeksplorasi luar angkasa.

Setelah mendarat, wahana antariksa bernama Zhurong tersebut rencananya akan berada beberapa hari di titik pendaratan untuk tes diagnostik sebelum menjelajahi area Mars yang dikenal sebagai Utopia Planitia.

Zhurong kemudian akan bergabung dengan wahana penjelajah milik Amerika yang tiba di planet merah pada Februari.

"China telah meninggalkan jejak di Mars untuk pertama kalinya. Ini merupakan langkah penting untuk eksplorasi luar angkasa kami," tulis kantor berita resmi Xinhua di salah satu akun media sosialnya saat mengumumkan pendaratan Zhurong.

Selama ini sudah ada tiga negara yang berhasil mendaratkan wahana antariksa di Mars. Amerika Serikat telah berhasil melakukan sembilan pendaratan di planet Mars sejak 1976.

Baca juga: Ini Foto Pertama Mars Diabadikan Pesawat Ruang Angkasa Tianwen-1 China

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Sedangkan Uni Soviet mendarat di Mars tahun 1971, tetapi misi tersebut gagal setelah wahana berhenti mengirimkan informasi usai pendaratan.

Pendaratan di permukaan planet Mars bisa dikatakan merupakan pekerjaan yang jauh lebih sulit.

Wahana antariksa harus menggunakan perisai untuk melindungi dari panas yang membakar saat memasuki atmosfer Mars dan menggunakan roket retro serta parasut untuk memperlambat pendaratan.

Parasut dan roket pun harus dikerahkan pada waktu yang tepat supaya mendarat di tempat yang ditentukan.

Selanjutnya wahana akan melayang sekitar 100 meter di atas permukaan untuk mengidentifikasi rintangan sebelum mendarat dengan empat kaki penyangga.

Baca juga: 3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Halaman:


Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabar Baik, Obat Antibodi Ganda Efektif Melawan Varian Virus Corona

Kabar Baik, Obat Antibodi Ganda Efektif Melawan Varian Virus Corona

Fenomena
7 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksin Covid-19

7 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksin Covid-19

Kita
Oxford Uji Obat Anti-parasit Ivermectin untuk Terapi Covid-19

Oxford Uji Obat Anti-parasit Ivermectin untuk Terapi Covid-19

Oh Begitu
Gejala Pembekuan Darah yang Jarang Terjadi Akibat Vaksin AstraZeneca

Gejala Pembekuan Darah yang Jarang Terjadi Akibat Vaksin AstraZeneca

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Perairan Indonesia

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Perairan Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Epidemiolog Tegaskan Indonesia Butuh PPSB, Bukan PPKM Mikro | Saat Ini Bumi Terjebak Panas

[POPULER SAINS] Epidemiolog Tegaskan Indonesia Butuh PPSB, Bukan PPKM Mikro | Saat Ini Bumi Terjebak Panas

Oh Begitu
Memudahkan Pasien, USAID dan Kemenkes Luncurkan Aplikasi Rujukan Pasien TBC oleh Apoteker

Memudahkan Pasien, USAID dan Kemenkes Luncurkan Aplikasi Rujukan Pasien TBC oleh Apoteker

Oh Begitu
Covid-19 Sebabkan Rambut Rontok, Benarkah?

Covid-19 Sebabkan Rambut Rontok, Benarkah?

Kita
5 Fenomena Ini Belum Diungkap oleh Sains, Salah Satunya Hutan Menari

5 Fenomena Ini Belum Diungkap oleh Sains, Salah Satunya Hutan Menari

Oh Begitu
Berusia 3200 Tahun, Kuil Ini Jadi Tempat Mempelajari Alam Semesta di Zaman Kuno

Berusia 3200 Tahun, Kuil Ini Jadi Tempat Mempelajari Alam Semesta di Zaman Kuno

Oh Begitu
Bukan Ivermectin, Ini Obat untuk Pasien Covid-19 Rekomendasi WHO

Bukan Ivermectin, Ini Obat untuk Pasien Covid-19 Rekomendasi WHO

Oh Begitu
Bantu Kendalikan Perubahan Iklim, Ini Kegiatan yang Bisa Kita Lakukan Sehari-hari

Bantu Kendalikan Perubahan Iklim, Ini Kegiatan yang Bisa Kita Lakukan Sehari-hari

Oh Begitu
Tanpa Cahaya Alami, Bagaimana Manusia Purba Bikin Lukisan di Dalam Gua?

Tanpa Cahaya Alami, Bagaimana Manusia Purba Bikin Lukisan di Dalam Gua?

Oh Begitu
5 Manfaat Berjemur untuk Kesehatan, Salah Satunya Meningkatkan Imun

5 Manfaat Berjemur untuk Kesehatan, Salah Satunya Meningkatkan Imun

Oh Begitu
Obat Ivermectin, Hanya Disarankan WHO untuk Terapi Covid-19 Dalam Uji Klinis

Obat Ivermectin, Hanya Disarankan WHO untuk Terapi Covid-19 Dalam Uji Klinis

Oh Begitu
komentar
Close Ads X