Kompas.com - 12/05/2021, 16:02 WIB
Foto diambil pada 11 Mei 2021, menunjukkan situs arkeologi kuburan batu di daerah pegunungan di provinsi Suhaj, Mesir. Ekspedisi arkeologi Mesir menemukan 250 kuburan batu yang berasal dari periode berbeda di Kerajaan Lama dan dinasti Ptolemeus. 
Ministry of Tourism and Antiquities/Handout via XinhuaFoto diambil pada 11 Mei 2021, menunjukkan situs arkeologi kuburan batu di daerah pegunungan di provinsi Suhaj, Mesir. Ekspedisi arkeologi Mesir menemukan 250 kuburan batu yang berasal dari periode berbeda di Kerajaan Lama dan dinasti Ptolemeus.

KOMPAS.com - Arkeolog Mesir menemukan 250 kuburan batu di Suhaj atau Sohag, sebuah kota di tepi barat Sungai Nil, Mesir.

Menurut Kementerian Barang Antik Mesir pada Selasa (11/5/2021), ratusan makam yang itu diperkirakan berusia 4.200 tahun.

"Kami menemukan kuburan dengan beberapa sumur pemakaman, juga kuburan dengan koridor miring yang diakhiri dengan ruang pemakaman," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

"Usia kuburan berkisar dari akhir Kerajaan Lama hingga akhir periode Ptolemeus," tambahnya seperti dilansir dari AFP, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Arkeolog Mesir Temukan 110 Makam Kuno, Berisi Banyak Jenazah Jongkok

Kerajaan Lama, yang berlangsung sekitar 500 tahun, berakhir pada 2200 SM. Sedangkan Dinasti Ptolemeus Mesir berlangsung selama 300 tahun dan berakhir dengan kematian Cleopatra pada 30 SM.

Mostafa Waziri, kepala Dewan Tertinggi Purbakala, mengatakan satu makam yang berasal dari Kerajaan Lama memiliki sisa-sisa prasasti hieroglif samar dan ruang untuk pengorbanan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mohamed Abdel-Badie, seorang pejabat senior barang antik yang memimpin penggalian mengatakan, tembikar dan benda-benda nazar juga telah ditemukan. Benda-benda itu diduga diperuntukkan bagi dewa Mesir kuno.

"Kapal pualam kecil, tulang hewan, dan manusia serta sisa-sisa batu kapur yang bisa menjadi barang bawaan penguburan yang berasal dari Dinasti Keenam juga ditemukan," kata Abdel-Badie.

Baca juga: Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Kairo telah mengumumkan beberapa penemuan arkeologi baru dalam beberapa bulan terakhir.

Pihaknya berharap dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata penting yang dilanda pemberontakan tahun 2011, kerusuhan politik yang sedang berlangsung, serangan jihadis, dan pandemi virus corona.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X