Kompas.com - 11/05/2021, 13:08 WIB
Ilustrasi sakit kepala Ilustrasi sakit kepala

KOMPAS.comSakit kepala berdenyut bisa menyerang siapa saja. Ketika Anda mulai merasakan sakit kepala, aliran darah akan berkumpul ke area kepala untuk menyembuhnya sakit kepala tersebut. Sakit kepala terasa berdenyut karena pembuluh darah di sekitar kepala dilatasi atau membesar.

Kebanyakan sakit kepala berdenyut bukan penyakit serius dan tidak memerlukan perhatian khusus. Cukup dengan melalukan perawatan sederhana dari rumah, seperti mengonsumsi obat analgesik, maka sakit kepala berdenyut akan bisa diatasi.

Namun, jika sakit kepala berdenyut sering terjadi, itu bisa menjadi tanda ada penyakit serius yang menyertai. Segera konsultasikan ke dokter Anda. Dilansir dari Health Line (26/11/2018), inilah daftar penyebab sakit kepala berdenyut.

Kekurangan kafein

Jika Anda sudah menjadikan kafein bagian dari keseharian Anda, Anda bisa menjadi ketergantungan kafein. Kebiasaan meminum secangkir kopi sehari bisa membuat ketagihan.

Jika Anda berhenti meminum kafein atau kurang asupan kafein seperi keseharian Anda, Anda mungkin mengalami sakit kepala berdenyut. Ini disebabkan karena pembuluh Anda melebar terlalu banyak.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Sakit Kepala dengan Mudah dan Cepat

Selain sakit kepala berdenyut, kekurangan kafein juga bisa disertai gejala seperti lemas, mengantuk, mudah marah, sulit berkonsentrasi, mual, dan pegal-pegal. Meminum secangkir kopi sudah cukup untuk mengurangi gejala ini dan sakit kepala berdenyut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Migrain

Migrain adalah salah satu penyebab utama sakit kepala berdenyut. Sakit kepala migrain hanya terjadi pada satu sisi kepala Anda, dan umumnya pada bagian atas kepala.

Dilansir dari Harvard Health Publishing (5/2/2019), migrain menyerang dua hingga tiga kali lebih banyak pada wanita dibandingkan dengan pria. Migrain bisa menyebabkan mual, muntah, dan meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya atau suara. Tanpa perawatan, migrain bisa berlangsung 4 sampai 72 jam.

Migrain biasanya terjadi berulang-ulang. Pemicu munculnya migrain antara lain stress, suara yang terlalu keras, perubahan cuaca, kurang tidur, terlalu banyak tidur, lupa makan, dan makan makanan tertentu.

Sakit kepala berdenyut pada belakang kepala

Sakit kepala berdenyut pada belakang kepala sering dikira migrain padahal keduanya berbeda. Ini merupakan neuralgia oksipital. Neuralgia oksipital adalah cedera atau radang pada saraf oksipital. Selain kepala berdenyut, gejala ini juga disertai nyeri di belakang mata.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X