Kompas.com - 10/05/2021, 16:03 WIB
Ilustrasi nafas pendek ShutterstockIlustrasi nafas pendek

KOMPAS.com - Jika Anda pernah merasa tidak bisa menghirup udara yang cukup ke dalam paru-paru Anda atau napas Anda menjadi pendek, kondisi ini disebut dyspnea. Kondisi ini bisa jadi sebagai gejala yang berkaitan dengan penyakit jantung atau paru. Namun bisa juga disebabkan karena olahraga yang berlebihan.

Dyspnea akan terasa seperti Anda tidak bisa bernapas, tidak bisa menarik napas dalam, dan merasa nyeri atau kencang pada dada. Dyspnea bisa terjadi akut maupun kronis. Kondisi akut biasanya terjadi dalam hitungan jam hingga hari. Sedangkan dyspnea kronis terjadi berulang selama lebih dari 4-8 minggu.

Dilansir dari NCBI (11/2/2021), ada beberapa penyebab dyspnea yang perlu Anda ketahui.

Olahraga

Olahraga yang terlalu banyak dari yang biasa Anda lakukan biasanya menjadi pemicu dyspnea jangka pendek.

Mendaki gunung

Semakin tinggi suatu dataran dari permukaan air laut, maka udara akan semakin menipis dan sulit bernapas. Konsultasikan kondisi kesehatan Anda ke dokter sebelum Anda mendaki gunung.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Sesak Napas dengan Pengobatan Rumahan

Stress atau kecemasan

Stress bisa memicu tubuh memberi reaksi, salah satunya adalah dyspnea.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anemia

Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah Anda sangat rendah. Ini bisa menyebabkan napas pendek.

Alergi

Pada kasus yang parah, reaksi alergi bisa menyerang saluran pernafasan Saluran pernafasan akan membengkak sehingga udara yang dihirup tidak bisa lewat. Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa membahayakan jiwa.

Kapan ke dokter

Dilansir dari Health Line (6/5/2021), jika Anda memiliki beberapa penyakit berikut, Anda mungkin mengalami dyspnea yang parah dan penyakit berikut harus segera ditangani.

Penyakit tersebut meliputi penyakit jantung, tekanan darah rendah, pneumonia, emboli paru (gumpalan darah di dalam paru), keracunan karbon monoksida, obesitas kuku atau ujung jari tiba-tiba menjadi biru, dan trauma di area dada.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X