Kompas.com - 09/05/2021, 20:32 WIB
Ilustrasi sikat gigi UnsplashIlustrasi sikat gigi

KOMPAS.com - Saat orang makan, bakteri akan memecah kandungan karbohidrat dari sisa makanan denga air liur untuk membentuk plak. Menyikat gigi secara rutin serta menggunakan benang gigi atau sikat interdental akan mencegah plak mengeras menjadi karang gigi.

Karang gigi bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti bau mulut, gigi berlubang, dan penyakit gusi. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan adanya kaitan penyakit gusi dengan pneumonia, demensia, dan penyakit jantung.

Karang gigi sejatinya hanya bisa dibersihkan dengan tindakan scaling di dokter gigi. Namun, dilansir dari Medical News Today (31/1/2019), ada beberapa cara menghilangkan karang gigi secara alami yang bisa Anda lakukan di rumah.

Sikat gigi dengan baking soda

Menyikat gigi dengan tambahan baking soda atau soda kue adalah salah satu cara aman untuk menghilangkan plak. Soda kue mampu menghilangkan plak tanpa merusak enamel gigi.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Science Direct tahun 2017, pasta gigi yang mengandung soda kue lebih efektif untuk menghilangkan plak dibandingkan pasta gigi tanpa soda kue. Selain itu, soda kue juga melindungi gigi dari demineralisasi, yaitu proses kimia yang melepaskan partikel kalsium dari enamel gigi.

Soda kue memiliki pH tinggi yang bisa menetralkan kondisi asam pada mulut yang bisa menyebabkan demineralisasi pada gigi. Kondisi asam pada mulut bisa terjadi setelah makan akibat adanya karbohidrat dalam rongga mulut.

Baca juga: 9 Penyebab Bau Mulut dan Penjelasannya Menurut Sains

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Soda kue juga memiliki efek antimikroba yang bisa mencegah gigi berlubang. Sebuah studi menunjukkan bahwa soda kue bisa menurunkan jumlah bakteri Streptococcus mutans yang merupakan bakteri penyebab gigi berlubang.

Minyak kelapa

Minyak kelapa adalah salah satu cara alami untuk menghilangkan bakteri di dalam mulut. Minyak kelapa memiliki khasiat sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Selain itu, minyak kelapa juga mengandung asam laurat yaitu asam lemak yang memiliki fungsi antimikroba.

Sebuah studi yang dipublikasikan di NCBI tahun 2015 menunjukkan penurunan plak sebesar 50% setelah menggunakan minyak kelapa. Partisipan penelitian juga melaporkan berkurangnya radang gusi seara signifikan, sebagai hasil dari berkurangnya plak.

Untuk menghilangkan plak menggunakan minyak kelapa, Anda hanya perlu memasukan satu sendok makan minyak kelapa ke dalam mulut. Lalu ratakan minyak kelapa ke semua permukaan di dalam mulut selama 5-10 menit. Lalu buang dan berkumur. Jika tidak punya minyak kelapa, Anda juga bisa menggunakan minyak zaitun atau minyak almond.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Fenomena
Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Oh Begitu
7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

Kita
Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Oh Begitu
Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Oh Begitu
komentar
Close Ads X