Kompas.com - 09/05/2021, 16:02 WIB
Kerabat membawa mayat seseorang yang meninggal karena COVID-19 ketika beberapa tumpukan kayu korban Covid-19 lainnya terbakar di krematorium di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). AP PHOTO/AMIT SHARMAKerabat membawa mayat seseorang yang meninggal karena COVID-19 ketika beberapa tumpukan kayu korban Covid-19 lainnya terbakar di krematorium di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021).

KOMPAS.com - Varian Covid-19 yang menyebar di India lebih menular dan mungkin menghindari perlindungan vaksin. Menurut Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hal ini berkontribusi pada wabah eksplosif di negara itu.

Dalam wawancara dengan AFP, Sabtu (8/5/2021), Soumya Swaminathan memperingatkan bahwa fitur epidemiologi yang ada di India saat ini adalah varian yang menyebar dengan sangat cepat.

India pada hari Sabtu untuk pertama kalinya mencatat lebih dari 4.000 kematian akibat Covid-19 hanya dalam 24 jam, dan lebih dari 400.000 infeksi baru.

New Delhi telah berjuang untuk menahan wabah, yang telah membanjiri sistem perawatan kesehatannya, dan banyak ahli menduga laporan kematian resmi dan jumlah kasus jauh lebih sedikit dibanding kenyataan.

Baca juga: Rekor Covid-19 di India, 412.000 Kasus Harian dan Hampir 4.000 Kematian dalam 24 Jam

Swaminathan, seorang dokter anak dan ilmuwan klinis India, mengatakan varian B.1.617 dari Covid-19, yang pertama kali terdeteksi di India Oktober lalu, jelas merupakan faktor yang berkontribusi pada bencana yang terjadi di tanah airnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada banyak akselerator yang dimasukkan ke dalam hal ini. Salah satunya, virus yang menyebar lebih cepat," kata pria berusia 62 tahun itu dilansir dari AFP, Sabtu (8/5/2021).

WHO baru-baru ini mencantumkan B.1.617 - yang menghitung beberapa sub-garis keturunan dengan mutasi dan karakteristik yang sedikit berbeda - sebagai variant of interest.

Tahan terhadap antibodi?

Selain itu, varian B.1.617 juga masuk dalam daftar variant of concern atau varian yang menjadi perhatian - sebuah label yang menunjukkan bahwa virus itu lebih berbahaya daripada versi asli virus karena lebih mudah menular, mematikan, atau mampu melewati perlindungan vaksin sebelumnya.

Beberapa otoritas kesehatan nasional, termasuk di Amerika Serikat dan Inggris, mengatakan mereka menganggap B.1.617 sebagai varian yang mengkhawatirkan.

Secara pribadi, Swaminathan berharap WHO akan segera mengikuti AS dan Inggris.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Fenomena
Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Oh Begitu
7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

Kita
Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Oh Begitu
Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Oh Begitu
komentar
Close Ads X