Kompas.com - 09/05/2021, 10:05 WIB
Penelitian di gua Wonderwerk, Afrika Selatan membuktikan manusia purba menggunakan api 900.000 tahun lalu independentPenelitian di gua Wonderwerk, Afrika Selatan membuktikan manusia purba menggunakan api 900.000 tahun lalu

KOMPAS.com - Lebih dari dua dekade lalu, ilmuwan Inggris mengemukakan jika ada perubahan besar dalam anatomi manusia sekitar 1,8 juta tahun lalu.

Perubahan yang tak dapat dijelaskan itu terjadi pada usus, gigi, bentuk wajah, serta peningkatan ukuran otak manusia.

Menurut peneliti itu, perubahan tersebut dipengaruhi penemuan api oleh manusia yang membuat makanan lebih mudah dicerna setelah dimasak.

Baca juga: Meski Bisa Jalan, 3,67 Juta Tahun Lalu Manusia Purba Pilih Berayun di Pohon

Namun tak ada bukti ilmiah yang mendukung kemampuan manusia dalam menggunakan api, apalagi memasak.

Hingga kini akhirnya sebuah studi baru yang dilakukan arkeolog dari Israel dan Kanada menemukan bukti penggunaan api oleh manusia purba.

Sehingga temuan ini pun menjadi langkah penting untuk memecahkan salah satu misteri terbesar evolusi manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti dikutip dari Independent, Jumat (7/5/2021) arkeolog mengungkap jika manusia purba menggunakan api setidaknya 900.000 tahun yang lalu.

Hasil penanggalan tersebut didapatkan peneliti setelah mempelajari sebuah gua prasejarah bernama Gua Wonderwerk di tepi selatan Gurun Kalahari, Afrika Selatan.

Meski sejauh ini hanya ada satu titik api purba yang telah ditemukan secara definitif, namun peneliti menduga jika ada lusinan lain yang tersebar di seluruh gua. Kemungkinan di antaranya bahkan bisa berusia lebih tua.

"Saya percaya bahwa manusia purba awalnya menemukan cara menggunakan api sekitar 1,8 juta tahun lalu. Kemampuan memasak makanan menyebabkan perubahan besar yang tak dapat dijelaskan dalam anatomi manusia pada waktu itu," kata Richard Wrangham, peneliti dari Universitas Harvard.

Selanjutnya, penggalian dan penelitian lebih lanjut saat ini tengah direncanakan. Namun menurut wakil direktur proyek penyelidikan gua, Profesor Michael Chazan dari Universitas Toronto, kemungkinan proyek itu akan memakan waktu beberapa tahun.

Lebih lanjut, peneliti menjelaskan 900.000 tahun lalu manusia purba tahu bagaimana mendapatkan dan menggunakan api. Tapi mungkin belum tahu membuatnya.

Di zaman prasejarah, api bisa terjadi secara alami dan sangat sering di wilayah sub-Sahara Afrika dan beberapa bagian lain dunia.

Baca juga: Sebelum Ada Api, Nenek Moyang Manusia Memasak dengan Mata Air Panas

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X