Kompas.com - 07/05/2021, 20:45 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi SHUTTERSTOCK/andrejs polivanovsIlustrasi gelombang tinggi

KOMPAS.com - Untuk Anda yang masih tetap akan beraktivitas di sekitar peraian akhir pekan ini, maka sebaiknya waspada akan potensi gelombang tinggi capai 4 meter.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gelombang tinggi yang berpeluang terjadi pada 7-9 Mei 2021 ini disebabkan oleh pola dan kecepatan angin.

Berdasarkan catatan pantauan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Timur Laut - Timur dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.

Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia Akhir Pekan Ini

Sedangkan, di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot. 

Selain itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa dan Laut Arafuru.

Kondisi-kondisi inilah yang mengakibatkan tinggi gelombang mencapai kategori tinggi yaiu capai 4 meter di sekitar wilayah tersebut dan perairan lainnya hingga hari Minggu mendatang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gelombang tinggi 1,25- 2,50 meter (kategori sedang)

- Perairan utara Sabang

- Perairan barat Aceh

- Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Nias

- Perairan pesisir Bengkulu

- Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias

- Perairan selatan Sumba hingga Pulau Sawu

- Perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote

- Laut Sawu

- Selat Sumba bagian barat

- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur

- Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar

- Laut Arafuru

- Laut Flores bagian timur

- Laut Sulawesi

- Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud

- Perairan timur Kepulauan Sitaro

- Laut Maluku bagian utara

- Perairan utara dan timur Kepulauan Halmahera

- Perairan utara Papua barat hingga Papua

- Samudra Pasifik utara Halmahera hingga  Papua

- Laut Banda

- Perairan selatan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru

Baca juga: Siklon Tropis Seroja Masih Picu Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di NTB

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabar Baik, Obat Antibodi Ganda Efektif Melawan Varian Virus Corona

Kabar Baik, Obat Antibodi Ganda Efektif Melawan Varian Virus Corona

Fenomena
7 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksin Covid-19

7 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksin Covid-19

Kita
Oxford Uji Obat Anti-parasit Ivermectin untuk Terapi Covid-19

Oxford Uji Obat Anti-parasit Ivermectin untuk Terapi Covid-19

Oh Begitu
Gejala Pembekuan Darah yang Jarang Terjadi Akibat Vaksin AstraZeneca

Gejala Pembekuan Darah yang Jarang Terjadi Akibat Vaksin AstraZeneca

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Perairan Indonesia

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Perairan Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Epidemiolog Tegaskan Indonesia Butuh PPSB, Bukan PPKM Mikro | Saat Ini Bumi Terjebak Panas

[POPULER SAINS] Epidemiolog Tegaskan Indonesia Butuh PPSB, Bukan PPKM Mikro | Saat Ini Bumi Terjebak Panas

Oh Begitu
Memudahkan Pasien, USAID dan Kemenkes Luncurkan Aplikasi Rujukan Pasien TBC oleh Apoteker

Memudahkan Pasien, USAID dan Kemenkes Luncurkan Aplikasi Rujukan Pasien TBC oleh Apoteker

Oh Begitu
Covid-19 Sebabkan Rambut Rontok, Benarkah?

Covid-19 Sebabkan Rambut Rontok, Benarkah?

Kita
5 Fenomena Ini Belum Diungkap oleh Sains, Salah Satunya Hutan Menari

5 Fenomena Ini Belum Diungkap oleh Sains, Salah Satunya Hutan Menari

Oh Begitu
Berusia 3200 Tahun, Kuil Ini Jadi Tempat Mempelajari Alam Semesta di Zaman Kuno

Berusia 3200 Tahun, Kuil Ini Jadi Tempat Mempelajari Alam Semesta di Zaman Kuno

Oh Begitu
Bukan Ivermectin, Ini Obat untuk Pasien Covid-19 Rekomendasi WHO

Bukan Ivermectin, Ini Obat untuk Pasien Covid-19 Rekomendasi WHO

Oh Begitu
Bantu Kendalikan Perubahan Iklim, Ini Kegiatan yang Bisa Kita Lakukan Sehari-hari

Bantu Kendalikan Perubahan Iklim, Ini Kegiatan yang Bisa Kita Lakukan Sehari-hari

Oh Begitu
Tanpa Cahaya Alami, Bagaimana Manusia Purba Bikin Lukisan di Dalam Gua?

Tanpa Cahaya Alami, Bagaimana Manusia Purba Bikin Lukisan di Dalam Gua?

Oh Begitu
5 Manfaat Berjemur untuk Kesehatan, Salah Satunya Meningkatkan Imun

5 Manfaat Berjemur untuk Kesehatan, Salah Satunya Meningkatkan Imun

Oh Begitu
Obat Ivermectin, Hanya Disarankan WHO untuk Terapi Covid-19 Dalam Uji Klinis

Obat Ivermectin, Hanya Disarankan WHO untuk Terapi Covid-19 Dalam Uji Klinis

Oh Begitu
komentar
Close Ads X