Kompas.com - 07/05/2021, 07:29 WIB
Family members perform last rites of a person who died of COVID-19 as funeral pyres of other victims burn at an open crematorium set up at a granite quarry on the outskirts of Bengaluru, India, Wednesday, May 5, 2021. (AP Photo/Aijaz Rahi) Aijaz RahiFamily members perform last rites of a person who died of COVID-19 as funeral pyres of other victims burn at an open crematorium set up at a granite quarry on the outskirts of Bengaluru, India, Wednesday, May 5, 2021. (AP Photo/Aijaz Rahi)

KOMPAS.com - Tsunami virus corona di India semakin memburuk pada Kamis (6/5/2021). India melaporkan 412.000 kasus infeksi Covid-19 baru dan hampir 4.000 kematian dalam 24 jam.

Dilansir Washington Post, Kamis (6/5/2021), ahli epidemiologi percaya bahwa lonjakan India dapat mencapai 500.000 kasus sehari dalam beberapa minggu mendatang sebelum menurun.

Kondisi ini akan sangat berdampak pada sistem perawatan kesehatan yang terhuyung-huyung karena terlalu banyak pasien dan kekurangan pasokan penting seperti oksigen.

Diberitakan Global News, Kamis (6/5/2021), India mencatat 412.262 kasus Covid-19 baru dengan jumlah kematian mencapai 3.980 orang.

Baca juga: Fakta Covid-19 di India, Seperti Apa Kondisi Pandemi di Negara Ini?

Data tersebut membuat total kasus Covid-19 di India mencapai lebih dari 21 juta kasus dan 230.168 orang di antaranya telah meninggal dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemodelan pemerintah telah memperkirakan puncak infeksi gelombang kedua pada hari Rabu.

"Ini untuk sementara menghentikan spekulasi puncak," kata Rijo M John, seorang profesor di Institut Manajemen India di negara bagian selatan Kerala, dalam cuitannya di Twitter.

Saat ini rumah sakit di India terus berjuang mencari tempat tidur dan oksigen sebagai tanggapan terhadap lonjakan infeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam laporan mingguan, India menyumbang hampir setengah dari kasus virus corona yang dilaporkan di seluruh dunia minggu lalu dan seperempat dari kematian.

Pakar medis mengatakan angka sebenarnya yang terjadi di India bisa 5-10 kali lipat lebih banyak dari penghitungan yang diberitakan media.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X