Kompas.com - 06/05/2021, 12:28 WIB
Tenaga medis ruang rawat Pinere Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa memakai kostum Alat Pengaman Diri (APD) COVID-19 di Banda Aceh, Aceh, Senin (3/5/2021). Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 2 Mei 2021 jumlah kasus COVID-19 meningkat dari 1.672.880 kasus pada 1 Mei 2021 menjadi  1.677.274 kasus atau terjadi peningkatan 4.394 kasus dalam satu hari. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/aww. ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRATenaga medis ruang rawat Pinere Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa memakai kostum Alat Pengaman Diri (APD) COVID-19 di Banda Aceh, Aceh, Senin (3/5/2021). Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 2 Mei 2021 jumlah kasus COVID-19 meningkat dari 1.672.880 kasus pada 1 Mei 2021 menjadi 1.677.274 kasus atau terjadi peningkatan 4.394 kasus dalam satu hari. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/aww.

KOMPAS.com - Keterpakaian ruang perawatan intensif pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan Covid-19 di 34 provinsi Indonesia meningkat sepekan terakhir.

Diberitakan Kompas.com edisi Rabu (5/5/2021), Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan, kapasitas ruang isolasi dan ICU di RS BUMN penuh semua.

"Juga Rumah Sakit swasta, Rumah Sakit vertikal pemerintah ini ICU yang penuh. Jadi intinya ini banyak sekali peningkatan yang dirawat pada April akhir-akhir ini," kata Erlina yang disiarkan kanal YouTube PDPI, Rabu (5/5/2021).

Erlina mengatakan, berdasarkan data dari Kemenkes yang diterimanya, jumlah orang yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 dalam sepekan terakhir meningkat 1,28 persen.

Sedangkan, angka kematian meningkat 20,73 persen dalam 30 hari per akhir April.

Baca juga: 3 dari 10 Varian Corona Paling Diperhatikan WHO Sudah Masuk Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peningkatan jumlah pasien yang dirawat inap di rumah sakit dibenarkan oleh Ketua Departemen Manajemen Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Irwandy, SKM, MScPH, MKes.

"Ini data hingga 2 Mei (2021) tentang angka keterpakaian tempat tidur di RS Indonesia. Benar telah terjadi peningkatan yang terlihat dimulai akhir April kemarin," kata Irwandy kepada Kompas.com, Kamis (6/5/2021).

"Dan sepertinya harus diwaspadai, karena kedepan diprediksi akan terus meningkat (angka keterpakaian tempat tidur)," imbuh Irwandy.

Dari 34 provinsi, hingga saat ini, ada 6 provinsi di Indonesia yang angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 sudah melebihi setengah dari kapasitas maksimalnya.

Berdasar data RS Online tanggal 2 Mei 2021 pukul 18.00 WIB, keenam provinsi dengan angka keterpakaian tempat tidur terbanyak adalah:

  •  Sumatera Utara (61,6 persen)
  • Sumatera Selatan (58,5 persen)
  • Riau (58,1 persen)
  • Lampung (54,5 persen)
  • DI Yogyakarta (51,7 persen)
  • Kepulauan Riau (51,1 persen)

Untuk DKI Jakarta angka keterpakaian tempat tidur di RS rujukan Covid-19 saat ini adalah 33,7 persen.

Data selengkapnya dapat dilihat di grafik di bawah ini.

Angka keterpakaian tempat tidur di RS Rujukan Covid-19 di 35 Provinsi Indonesia hingga 2 Mei 2021. Terjadi peningkatan kapasitas tempat tidur RS.RS Online via Prof. Irwandy Angka keterpakaian tempat tidur di RS Rujukan Covid-19 di 35 Provinsi Indonesia hingga 2 Mei 2021. Terjadi peningkatan kapasitas tempat tidur RS.

Tabel di atas juga menunjukkan data berikut:

  •  Tidak ada provinsi yang memiliki Bed Occupancy Rate (BOR) lebih dari 70 persen
  • Terdapat 6 provinsi dengan angka BOR 50-69,9 persen
  • 5 Provinsi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memiliki BOR 50-69,9 persen
  • 20 Provinsi PPKM memiliki BOR kurang dari 50 persen.

"Bed Occupancy Rate (BOR) merupakan indikator yang menggambarkan tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Perhitungannya adalah persentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu," terang Irwandy.

Sebagai informasi, ada 9 provinsi non-PPKM di Indonesia, yakni:

  1. Kepulauan Riau
  2. Bengkulu
  3. Papua Barat
  4. Sulawesi Tengah
  5. Maluku
  6. Maluku Utara
  7. Sulawesi Tenggara
  8. Gorontalo
  9. Sulawesi Barat

Sementara ada 25 provinsi yang melakukan PPKM, yakni:

  1.  Sumatera Utara
  2. Sumatera Selatan
  3. Riau
  4. Lampung
  5. DI Yogyakarta
  6. Jambi
  7. Kalimantan Selatan
  8. Sumatera Barat
  9. Kalimantan Barat
  10. Kalimantan Tengah
  11. Jawa Barat
  12. Nusa Tenggara Barat (NTB)
  13. Bali
  14. Jawa Tengah
  15. DKI Jakarta
  16. Kepulauan Bangka Belitung
  17. Banten
  18. Aceh
  19. Nusa Tenggara Timur (NTT)
  20. Jawa Timur
  21. Papua
  22. Kalimantan Timur
  23. Kalimantar Utara
  24. Sulawesi Utara
  25. Sulawesi Selatan

Ini yang harus dilakukan kita semua

Untuk menekan peningkatan pasien rawat inap di rumah sakit, Erlina mengimbau masyarakat untuk menjalani 5M, mematuhi protokol kesehatan, dan melakukan vaksinasi.

Seperti kita tahu, 5M terdiri dari:

  • Menjaga jarak
  • Memakai masker
  • Mencuci tangan
  • Menghindari Kerumunan
  • Mengurangi mobilitas

Lebih lanjut, Erlina mengatakan, seluruh masyarakat harus mengambil peran pencegahan dan saling mengingatkan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

"Terakhir tetap waspada dan besarnya potensi gelombang kedua covid 19 di Indonesia," pungkasnya.

Baca juga: Epidemiolog: Pandemi Covid-19 Indonesia Bisa seperti India jika...

Selain menerapkan 5M dan protokol kesehatan, Irwandy menambahkan pemerintah juga harus terus melakukan strategi 3T (tracing, testing, dan treatment) serta strategi di fasilitas kesehatan masyarakat dengan 4S.

4S terdiri dari:

 

  • Staff atau sumber daya manusia,
  • Space seperti ruang perawatan dan icu,
  • Stuff seperti peralatan medis dan oksigen serta
  • System menyangkut alur rujuk, protap penanganan, dan sebagainya.

"5M dari masyarakat, 3T dari pemerintah, dan 4S dari fasilitas kesehatan harus berjalan bersamaan," kata Irwandy.

"Jika tidak, maka kita akan terus menghadapi kasus Covid-19 yang naik turun terus menerus atau biasa disebut fenomena yoyo (naik turun naik turun sepereti sebuah yoyo)," tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X