Kompas.com - 06/05/2021, 08:02 WIB
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) membawa kayu untuk menyiapkan tiang pemakaman untuk korban penyakit virus corona (COVID-19) selama kremasi massal di krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDIPetugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) membawa kayu untuk menyiapkan tiang pemakaman untuk korban penyakit virus corona (COVID-19) selama kremasi massal di krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021).


KOMPAS.com- Jumlah kasus Covid-19 di India terus naik, dan menjadi negara dengan kasus infeksi virus corona tertinggi di dunia. Lantas, sebenarnya bagaimana fakta pandemi Covid-19 di India?

Dilansir dari CNN, Kamis (6/5/2021), India melaporkan jumlah kasus baru tertinggi di dunia setiap hari.

Ada begitu banyak pasien yang sekarat dan membuat rumah sakit dan layanan medis lainnya kewalahan merawat mereka. Krematorium juga terus bersiap menerima ribuan jenazah setiap harinya, dengan angka kematian akibat Covid-19 yang sangat tinggi di India.

Banyak informasi yang salah telah menyebar di India, dan terkadang diterima sebagai kebenaran. Berikut beberapa hal soal Covid-19 di India yang harus Anda ketahui.

1. Benarkah orang muda banyak terinfeksi?

Dokter di India, secara anekdot melaporkan bahwa dia melihat lebih banyak orang muda dengan gejala Covid-19.

Baca juga: Epidemiolog: Pandemi Covid-19 Indonesia Bisa seperti India jika...

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pesan pemerintah setempat mendukung gagasan ini. Pada 15 April, menteri utama Delhi Arvind Kejriwal merilis sebuah video yang mendesak agar anak muda lebih berhati-hati terhadap infeksi Covid-19.

Akibatnya, banyak masyarakat yang mempercayai informasi tersebut dan meyakinkan bahwa gelombang kedua secara tidak proporsional memengaruhi kaum muda.

Fakta: statistik pemerintah menunjukkan bahwa kalangan orang muda tidak terkena dampak yang lebih buruk selama gelombang Covid-19 kedua di India, dibandingkan gelombang pertama.

V K Paul, ketua gugus tugas Covid India, mengatakan pada gelombang pertama, ada sekitar 31 persen pasien berusia di bawah 30 tahun.

Baca juga: Makin Mengerikan, Tsunami Covid-19 India Tembus 400.000 Kasus Sehari

 

 

Sedangkan selama gelombang kedua, angka itu hanya meningkat sedikit menjadi 32 persen, menurut pernyataan resminya pada 19 April.

Menurut data statistik pemerintah, selama gelombang pertama ada sekitar 21 persen pasien berusia antara 30-45 tahun, dan proporsi itu tidak berubah selama gelombang kedua.

Ini adalah situasi yang sama dalam hal kematian. Tahun lalu, 20 persen kematian terjadi pada orang berusia 50 atau lebih muda, dan pada saat ini, kematian anak muda akibat Covid-19 hanya sekitar 19 persen.

"Tidak ada risiko berlebihan yang berlebihan dari orang muda (di India) menjadi positif Covid. Kami tidak melihat perubahan dalam prevalensi usia penyakit Covid-19 secara keseluruhan di negara ini," kata Paul.

Baca juga: Ilmuwan India Temukan Mutasi Virus Corona yang Bisa Menghindari Vaksin

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Fenomena
Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Oh Begitu
komentar
Close Ads X