Kompas.com - 05/05/2021, 04:01 WIB
Ilustrasi merokok AFPIlustrasi merokok

KOMPAS.com - Puasa Ramadhan bukan hanya tidak makan dan tidak minum, tapi juga harus berhenti merokok selama 13 jam setiap hari.

Bagi sebagian orang, puasa menahan lapar dan haus mungkin bukanlah hal sulit, tapi puasa tanpa rokok akan terasa sangat sulit, apalagi bagi orang yang terbiasa merokok sebelum memulai beraktivitas di pagi hari atau terbiasa merokok di waktu senggang.

Selama bulan Ramadhan, mau tak mau Anda harus menjauhkan diri dari rokok. Lalu, mengapa tidak menjadikan momen ini untuk berhenti merokok selamanya?

Baca juga: 3 Alasan Harus Berhenti Merokok, Bahkan Setelah Didiagnosis Kanker

Sekarang adalah waktu yang ideal untuk memutuskan berhenti dari kebiasaan merokok yang tidak sehat untuk selamanya.

Latihan mengurangi dosis rokok

Dokter Iyaad Hasan dari Medical Subspecialties Institute di Cleveland Clinic Abu Dhabi menjelaskan bagaimana Ramadhan memperkenalkan metode pengurangan dosis, yang membuat banyak perokok secara alami mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap hari.

Secara psikologis, ketidakmampuan merokok sejak sebelum matahari terbit hingga terbenam dapat membuat orang mempertanyakan alasan mereka merokok, yang mana ini merupakan kunci untuk berhasil menghentikan kebiasaan merokok dalam jangka panjang.

“Ramadhan adalah momen yang bagus untuk mengajari diri Anda sendiri, bagaimana menjalani rutinitas harian yang baik dan untuk menghindari pemicu yang membuat Anda merokok,” kata Dr. Hasan.

Tidak ada rokok yang aman

Konsumsi rokok mungkin menurun selama bulan Ramadhan, tetapi bentuk lain dari merokok, seperti shisha biasanya jadi alternatif para perokok. Padahal, sama-sama merusak kesehatan Anda.

Sebagai informasi, kandungan nikotin shisa setara dengan tiga batang rokok dalam sekali hisap.

“Masalah shisha bukanlah pada kandungan nikotinnya, melainkan bahan kimianya. Kandungan kimiawi yang keluar dari asapnya adalah 100 kali lipat dari rokok. Anda mengonsumsi bahan kimia dalam jumlah yang sama selama sesi shisha 60 menit, seperti saat Anda merokok 100 batang,” jelas Dr. Hasan.

Rokok elektrik atau vaping juga harus dihindari. Pasalnya, banyak orang yang menggunakan metode ini sebagai pengalihan dari rokok tradisional, tapi akhirnya justru kembali ke kebiasaan lama mereka.

Baca juga: 4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.