Kompas.com - 04/05/2021, 22:00 WIB
Ilustrasi jahe PIXABAY/JOSEPH MUCIRAIlustrasi jahe
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Selama berabad-abad, jahe telah menjadi bumbu dapur yang sangat populer di berbagai hidangan.

Selain itu, jahe juga telah lama digunakan sebagai bahan obat tradisional dengan berbagai nutrisi dan kehangatan yang dihasilkannya.

Jahe berasal dari Asia Pasifik dan tersebar dari India hingga Cina. Oleh sebab itu, India dan Cina disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe.

Bagi yang sering menggunakan jahe, baik sebagai bumbu maupun obat, berikut adalah cara menanam jahe, dilansir dari Badan Litbang Pertanian Indonesia.

Pembibitan

Pilihlah bibit jahe berkualitas yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik, dan mutu fisik.

Baca juga: Diminati Pasar Jerman dan Timur Tengah, Ketahui 6 Manfaat Jahe Merah

Kriteria yang harus dipenuhi adalah bibit berasal dari kebun, bibit berumur antar 9-10 bulan, bibit berasal dari tanaman yang sehat dan tidak cacat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menanam jahe secara bersamaan, jangan langsung tanam bibitnya! Sebaiknya, bibit jahe dikecambahkan terlebih dahulu dengan peti kayu atau bedengan.

Kemudian, sebelum ditanam, bibit jahe harus bebas dari ancaman penyakit. Caranya, masukkan bibit ke dalam karung dan celupkan ke dalam larutan fungisida selama 8 jam.

Setelah itu, bibit jahe yang sudah direndam di larutan fungisida harus dijemur 2-4 jam sebelum ditanam.

Pengolahan media tanam

Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, perhatikan syarat-syarat tumbuh yang dibutuhkan bibit jahe.

Baca juga: 7 Manfaat Jahe untuk Kesehatan, Bisa Atasi Mual hingga Nyeri

Sesuaikan keasaman tanah untuk menanam dengan keasaman media tanam yang dibutuhkan jahe.

Pengolahan media tanam untuk jahe diawali dengan dibaak sedalam sekitar 30 cm dengan tujuan mendapatkan tanah yang gembur dan bersih.

Setelah itu, biarkan tanah hingga 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap dari tanah dan menghilangkan bibit penyakit.

Jika lahan untuk menanam jahe memiliki kondisi air tanah yang jelek, sekaligus untuk mencegah adanya genangan air, buatlah bedengan dengan tinggi 20-30 cm dan lebar 80-100 cm.

Teknik penanaman

Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek karena kondisi air tanah yang buruk, maka buatlah bedeng, sebagaimana yang telah dijelaskan.

Baca juga: 3 Herbal untuk Tingkatkan Imun Selama Puasa, Habbatussauda hingga Jahe

Selanjutnya, buat lubang-lubang kecil atau alur dengan kedalaman 3-7,5 cm untuk menanam bibit jahe.

Cara menanam jahe dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan.

Sebaiknya, penanaman jahe dilakukan di awal musim hujan, yakni sekitar bulan September dan Oktober.

Hal ini akan menguntungkan karena tanaman muda membutuhkan air yang lebih banyak untuk pertumbuhannya.

Panen

Pemanenan jahe dilakukan dengan bergantung pada penggunaan jahe tersebut. Jika akan digunakan untukk bumbu, tanaman jahe sudah bisa dipanen di usia 4 bulan.

Baca juga: Ahli Sebut Jahe Merah Tak Sembuhkan Covid-19

Namun, jika jahe ditanam dengan tujuan untuk dijual, sebaiknya panen jahe dilakukan di usia 10-12 bulan.

Cara panen jahe yang paling tepat adalah membongkar tanahnya dengan hati-hati menggunakan garpu atau cangkul.

Setelah itu, bersihkan jahe dari tanah dan kotoran. Kemudian, jemur jahe di atas papan atau daun pisang selama 1 minggu, sebelum disimpan di tempat terbuka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Mengatasi Tubuh Lemas dan Mudah Lelah, Energi Kembali Pulih

6 Cara Mengatasi Tubuh Lemas dan Mudah Lelah, Energi Kembali Pulih

Kita
Cara Mengatasi Demam pada Anak dan Orang Dewasa

Cara Mengatasi Demam pada Anak dan Orang Dewasa

Kita
Gletser Kiamat Terbesar di Antartika Ini Diprediksi Segera Runtuh, Studi Jelaskan

Gletser Kiamat Terbesar di Antartika Ini Diprediksi Segera Runtuh, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Ketahui Apa Saja Pemicu Serangan Jantung saat Olahraga dan Ciri-cirinya

Ketahui Apa Saja Pemicu Serangan Jantung saat Olahraga dan Ciri-cirinya

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Aceh hingga Laut Flores

Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Aceh hingga Laut Flores

Fenomena
Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Yogyakarta hingga Kalimantan Tengah

Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Yogyakarta hingga Kalimantan Tengah

Fenomena
IDAI: Sekolah Tatap Muka Boleh Kalau Infeksi Covid-19 pada Anak di Bawah 5 Persen

IDAI: Sekolah Tatap Muka Boleh Kalau Infeksi Covid-19 pada Anak di Bawah 5 Persen

Oh Begitu
Ada yang Harum dan Ada yang Busuk, Mengapa Bunga-bunga Berbau?

Ada yang Harum dan Ada yang Busuk, Mengapa Bunga-bunga Berbau?

Prof Cilik
Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Oh Begitu
3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

Fenomena
Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
komentar
Close Ads X