Kompas.com - 03/05/2021, 08:00 WIB
Rumah tertua di dunia yang berusia dua juta tahun ditemukan di dalam Gua Wonderwerk. Michael Chazan via BBC IndonesiaRumah tertua di dunia yang berusia dua juta tahun ditemukan di dalam Gua Wonderwerk.

KOMPAS.com - Sejumlah arkeolog mengatakan tempat hunian di Gua Wonderwerk di Gurun Kalahari, Afrika Selatan, adalah rumah bagi manusia purba dua juta tahun lalu. Ini menjadikannya rumah tertua dalam sejarah manusia.

Dalam artikel ilmiah di Quaternary Science Reviews, tim dari Universitas Toronto, Kanada, dan Universitas Hebrew di Yerusalem, menentukan umur tempat hunian dengan menguji sedimen di dalam gua.

Penulis utama di jurnal tersebut, Profesor Ron Shaar, menjelaskan menentukan umur hunian di dalam gua adalah kerja paling menantang tim arkeolog ini.

Solusinya, kata Shaar, tim menganalisis lapisan sedimen setebal 2,5 meter yang mengandung alat-alat batu, sisa-sisa binatang, dan jejak-jejak api dengan menggunakan dua metode: paleomagnetisme dan burial dating.

Baca juga: Berusia 4.000 Tahun, Ini Peta 3D Tertua yang Ditemukan di Perancis

"Kami secara hati-hati mengambil ratusan sampel sedimen yang berukuran sangat kecil dari dinding gua dan mengukur sinyal magnetiknya," papar Shaar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Magnetisasi terjadi ketika partikel-partikel tanah liat memasuki gua dari luar, jatuh di lantai gua, dan karenanya mengabadikan arah medan magnet ketika itu.

"Analisis laboratorium kami menunjukkan beberapa sampel termagnetisasi ke selatan, bukan ke utara, yang merupakan arah medan magnet dewasa ini," kata Shaar.

Shaar menjelaskan penanggalan perubahan arah medan magnet sudah diakui secara global.

Di Gua Wonderwerk ditemukan peralatan kuno dari batu seperti kapak tangan, dan bukti manusia purba di gua ini sudah menggunakan api sekitar satu juta tahun yang lalu.Michael Chazan via BBC Indonesia Di Gua Wonderwerk ditemukan peralatan kuno dari batu seperti kapak tangan, dan bukti manusia purba di gua ini sudah menggunakan api sekitar satu juta tahun yang lalu.

"Ini memberi petunjuk tentang usia keseluruhan sekuens lapisan di gua," imbuhnya.

Anggota tim Profesor Ari Matmon menggunakan metode penanggalan kedua untuk mengetahui kapan manusia pertama kali memasuki dan tinggal di gua ini.

"Partikel-partikel kuarsa pada pasir memiliki jam geologis yang mulai berdetik ketika masuk ke dalam gua. Di laboratorium, kami bisa mengukur konsentrasi isotop-isotop spesifik dan menyimpulkan sudah seberapa lama waktu berlalu sejak butir-butir pasir memasuki gua," jelas Matmon.

Analisis memperlihatkan beberapa sedimen berusia dua juta tahun.

Kesimpulan ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh anggota tim, Profesor Michael Chazan, pada 2008 yang menggunakan metode penanggalan kosmogenik.

Konfirmasi bahwa manusia sudah tinggal di dalam Gua Wonderwerk sejak dua juta tahun lalu mempunyai implikasi yang sangat signifikan.

"Ini menjadi langkah penting dalam memahami tempo evolusi manusia di seluruh kontinen Afrika. Skala waktu sudah dikonfirmasi dan kami bisa melanjutkan kajian tentang koneksi antara manusia dan perubahan iklim, dan juga mempelajari kehidupan nenek moyang kita dulu," ujar Chazan dan anggota tim lain, Liora Kolska Horwitz.

Kapak tangan dari batu, salah satu perkakas purba yang ditemukan di dalam Gua Wonderwerk.Michael Chazan via BBC Indonesia Kapak tangan dari batu, salah satu perkakas purba yang ditemukan di dalam Gua Wonderwerk.

Baca juga: Berumur Lebih dari 12.000 Tahun, Patung Kayu Ini Jadi yang Tertua di Dunia

Di Gua Wonderwerk ditemukan peralatan kuno dari batu seperti kapak tangan, dan bukti manusia purba di gua ini sudah menggunakan api sekitar satu juta tahun yang lalu, seperti dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 2012.

Bukti jejak api seperti tulang yang hangus dan abu ditemukan jauh di dalam gua dan para ahli menyimpulkan jejak-jejak api ini "dipastikan hasil aktivitas manusia bukan karena kebakaran oleh faktor alam".

Situs bersejarah di dalam Gua Wonderwerk ditemukan oleh beberapa petani pada 1940-an. Sejak itu telah dilakukan ekskavasi untuk "menguak misteri keberadaan manusia di dalam gua sekitar dua juta tahun yang lalu".



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Potensi Tsunami dari Gempa Maluku M 6,1 | Inti Bumi Miring, Dampaknya untuk Indonesia

[POPULER SAINS] Potensi Tsunami dari Gempa Maluku M 6,1 | Inti Bumi Miring, Dampaknya untuk Indonesia

Oh Begitu
Khawatir Kaki Bayi Berbentuk O, Perlukah Membedong Bayi Baru Lahir?

Khawatir Kaki Bayi Berbentuk O, Perlukah Membedong Bayi Baru Lahir?

Oh Begitu
Benarkah Singkong Mengandung Racun yang Berbahaya?

Benarkah Singkong Mengandung Racun yang Berbahaya?

Oh Begitu
8 Manfaat Mengganti Minuman Bersoda dengan Air Putih

8 Manfaat Mengganti Minuman Bersoda dengan Air Putih

Oh Begitu
Muncul Virus Corona Varian Delta Plus, Ahli Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Muncul Virus Corona Varian Delta Plus, Ahli Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Oh Begitu
Hati-Hati Menyimpan Makanan di 'Danger Zone'

Hati-Hati Menyimpan Makanan di "Danger Zone"

Oh Begitu
Begini Cara BMKG Menyebarkan Informasi Peringatan Dini Tsunami

Begini Cara BMKG Menyebarkan Informasi Peringatan Dini Tsunami

Oh Begitu
Fenomena Langka Alam Semesta, Astronom Temukan 3 Galaksi Bergabung

Fenomena Langka Alam Semesta, Astronom Temukan 3 Galaksi Bergabung

Fenomena
Berapa Besar Kekuatan Gempa Bumi yang Menyebabkan Tsunami?

Berapa Besar Kekuatan Gempa Bumi yang Menyebabkan Tsunami?

Oh Begitu
Varian Delta Lebih Menular dan Bisa Kelabui Sistem Kekebalan, Ini Penyebabnya

Varian Delta Lebih Menular dan Bisa Kelabui Sistem Kekebalan, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Bagaimana Mekanisme Peringatan Dini Tsunami di Indonesia

Bagaimana Mekanisme Peringatan Dini Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi Jika Berada di Dalam Mobil Hingga Bangunan?

Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi Jika Berada di Dalam Mobil Hingga Bangunan?

Oh Begitu
Suka Telur Setengah Matang? Ini Cara Aman Menyimpan dan Memasak Telur

Suka Telur Setengah Matang? Ini Cara Aman Menyimpan dan Memasak Telur

Oh Begitu
5 Langkah Evakuasi Peringatan Dini Tsunami di Masa Pandemi Covid-19

5 Langkah Evakuasi Peringatan Dini Tsunami di Masa Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Ahli Ungkap 5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghadapi Varian Delta

Ahli Ungkap 5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghadapi Varian Delta

Oh Begitu
komentar
Close Ads X