Kompas.com - 27/04/2021, 17:02 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021 selama 6-17 Mei 2021.

Hal ini diumumkan dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Kebijakan itu diperketat dengan dikeluarkanya Addendum atas SE Nomor 13 Tahun 2021 tersebut.

Pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) 2 pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik, yakni 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021.

Baca juga: Aturan Lengkap Larangan dan Pengetatan Mudik Lebaran 2021

Kenapa masih ada warga yang mudik?

Kendati ada larangan mudik 6-17 Mei 2021 dan pengetatan mudik pada 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021, hingga kini masih ada warga yang mudik dan mungkin belum ikhlas untuk tidak mudik di Lebaran tahun ini.

Dikabarkan Kompas.id edisi Senin (26/4/2021), sejumlah warga mencarter minibus secara kolektif demi melengkapi rencana mudik lebih awal.

Mereka sengaja mencarter mobil untuk menghindari penyekatan, upaya pemerintah untuk mengendalikan penularan Covid-19.

Tak hanya mencarter minibus, banyak juga masyarakat yang sudah mulai curi start mudik.

Dari kacamata psikolog sosial dan kebencanaan Achmad Chusairi, tidak semua masyarakat nekat untuk mudik atau pulang kampung.

Menurutnya, masyarakat kelas menengah ke bawah justru lebih mematuhi peraturan larangan mudik dan pengetatan tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.