Pertama di Dunia, Satelit Kayu Bakal Diluncurkan ke Luar Angkasa Tahun Ini

Kompas.com - 27/04/2021, 07:29 WIB
Ilustrasi satelit di orbit Bumi. Satelit komunikasi pertama menjadi penemuan terpenting bagi peradaban manusia. SHUTTERSTOCK/Stanislaw TokarskiIlustrasi satelit di orbit Bumi. Satelit komunikasi pertama menjadi penemuan terpenting bagi peradaban manusia.


KOMPAS.com- Satelit pertama yang terbuat dari kayu akan diluncurkan ke orbit Bumi pada akhir tahun ini.

 

Satelit tersebut akan menjadi bagian dari proyek untuk menguji penggunaan bahan berkelanjutan di luar angkasa.

Seperti dikutip dari Independent, Senin (26/4/2021) nantinya setelah diluncurkan, satelit bernama WISA Woodsat itu akan mengumpulkan data tentang daya tahan kayu lapis dalam kondisi luar angkasa yang ekstrem.

Misi peluncuran satelit kayu pertama di dunia tersebut dilakukan untuk menilai apakah di masa depan stasiun luar angkasa atau bahkan wahana antariksa dapat dibangun dari kayu.

Baca juga: Satelit Seukuran Kotak Sereal akan Diluncurkan Australia Selatan ke Luar Angkasa

 

Satelit nano dengan panjang 10 cm dan berat 1 kg tersebut akan terpapar suhu ekstrem dan tekanan kedap udara.

Bahkan, satelit kayu pertama di dunia ini akan terpapar radiasi luar angkasa dalam waktu yang lama, saat mengorbit Bumi pada ketinggian 500 km.

"Kami dapat menguji banyak hal di laboratorium. Tetapi pengujian terakhir untuk kelayakan (satelit kayu pertama di dunia ini) hanya dapat dilakukan di luar angkasa," papar Ari Voutilainen, manager proyek luar angkasa dari produsen kayu UPM Plywood, Finlandia.

 

Baca juga: SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

 

 

"Industri luar angkasa terus mencari inovasi material untuk pesawat luar angkasa dan stasiun luar angkasa. Kami bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk melihat apakah kayu dan kayu lapis khususnya dapat digunakan untuk tujuan tersebut," tambah Voutilainen.

Satelit WISA Woodsat sendiri nantinya terbuat dari kayu lapis dan akan membawa pesan penting penggunaan bahan berbasis kayu yang dapat diperbaharui.

Satelit juga dilengkapi dengan serangkaian sensor dan kamera on-board, termasuk tongkat selfie yang dapat diperpanjang untuk mengambil gambar sendiri.

 

Baca juga: Mengapa Satelit Tidak Jatuh ke Bumi?

 

Meski belum ada kepastian tanggal, kapan akan diluncurkan, namun satelit kayu ini diperkirakan akan diberangkatkan antara September hingga Desember 2021.

Satelit kayu pertama di luar angkasa itu akan diluncurkan dengan menggunakan peluncur Electron Lab Rocket dari kompleks peluncuran di Semenanjung Mahia, Selandia Baru.

"Selain menguji kayu lapis, satelit juga mendemonstrasikan komunikasi satelit amatir radio yang dapat diakses serta beberapa eksperimen teknologi sekunder lainnya," tambah Jari Mäkinen dari Arctic Astronautics, yang menjabat sebagai manajer misi WISA Woodsat.

Misi peluncuran satelit kayu pertama di dunia ini merupakan hasil kolaborasi antara UPM Plywood, rumah desain Skandinavia Huld, serta perusahaan teknologi luar angkasa Arctic Astronautics.

Baca juga: Ternyata Satelit Pertama Tidak untuk Komunikasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.