Kompas.com - 23/04/2021, 19:30 WIB


KOMPAS.com- Lubang hitam atau blackhole merupakan bagian dari ruang waktu dalam suatu galaksi, yang memiliki gravitasi paling kuat, bahkan cahaya tidak bisa kabur.

Kendati demikian, sebenarnya apa itu lubang hitam dan dari mana asalnya, serta bagaimana lubang hitam terbentuk di galaksi?

Astrofisikawan Neta Bahcall, dari Universitas Princeton di New Jersey, Amerika Serikat mengatakan bahwa lubang hitam adalah objek atau titik di ruang angkasa, di mana tarikan gravitasinya begitu kuat, sehingga tidak ada yang bisa lepas darinya.

Objek ini bahkan dapat menyedot gelombang cahaya dan inilah penyebab mengapa lubang hitam berwarna hitam.

Menurut Swinburne University of Technology di Pusat Astrofisika dan Superkomputer Australia, lubang hitam terbentuk karena bintang yang sangat besar jatuh pada dirinya sendiri atau runtuh.

Baca juga: Lubang Hitam Kecil Terdeteksi Muncul Dekat Bumi, Apa Itu?

 

Saat bintang di suatu galaksi kehabisan bahan bakar untuk melakukan fusi, atau mendekati kematiannya, tingkat radiasi keluar semakin melemah dibanding dengan gaya gravitasi ke dalam

Ketika ini terjadi, di penghujung akhir hidupnya, bintang akan meledak dan ledakan bintang itu disebut dengan supernova. Supernova adalah bintang yang meledak yang meledakkan sebagian bintang ke luar angkasa.

Menurut NASA , teori relativitas umum yang digagas oleh Albert Einstein memprediksi bahwa butuh massa besar untuk menciptakan sebuah lubang hitam yang berada di ruang waktu.

 

Jika gas dan debu mengelilingi objek, material itu akan tersedot ke dalam perut lubang hitam, menciptakan semburan cahaya terang saat gas dan debu memanas lalu memasukkan massa ini ke dalam dirinya sendiri.

Baca juga: Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Ini Membuat Ilmuwan Bingung

 

Dilansir Live Science, Rabu (28/8/2018) apabila dua lubang hitam bertemu, gravitasi atau medan magnet yang kuat yang dihasilkan masing-masing lubang hitam akan saling menarik dan membuat mereka semakin dekat kemudian berputar satu sama lain.

Massa kolektif mereka akan mengguncang struktur ruang-waktu di dekatnya dan akan mengirimkan gelombang gravitasi.

Para peneliti percaya bahwa lubang hitam supermasif dulunya jauh lebih kecil, membentuk lubang hitam berukuran lebih sederhana pada masa-masa awal alam semesta kita.

Namun seiring waktu kosmologis, objek-objek ini atau lubang hitam ini kemudian menyerap gas dan debu, saling bergabung satu sama lain, sehingga terus bertumbuh hingga menjadi sangat besar dan kuat.

Baca juga: Bagaimana Lubang Hitam Supermasif dapat Membunuh Galaksi Inangnya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.