Kompas.com - 21/04/2021, 17:05 WIB
Ilustrasi pengembangan vaksin Covid-19 di dunia, ilmuwan menggunakan berbagai metode dan teknologi. Jenis vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini, antara lain vaksin mRNA, vaksin vektor virus atau vaksin berbasis adenovirus, hingga vaksin protein S (subunit vaksin) dan inactivated vaccine. SHUTTERSTOCK/Blue Planet StudioIlustrasi pengembangan vaksin Covid-19 di dunia, ilmuwan menggunakan berbagai metode dan teknologi. Jenis vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini, antara lain vaksin mRNA, vaksin vektor virus atau vaksin berbasis adenovirus, hingga vaksin protein S (subunit vaksin) dan inactivated vaccine.

KOMPAS.com - R.A Kartini, sosok dibalik emansipasi perempuan, yang membuka jalan para perempuan Indonesia untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan dan mengejar mimpi setinggi-tingginya.

Berkat Kartini, saat ini perempuan Indonesia sudah dapat berkontribusi dan ikut andil dalam memajukan bangsa dari segala bidang, termasuk menjadi peneliti di bidang ilmu pengetahuan dan tekonologi.

Jumlah peneliti perempuan di Indonesia saat ini memang masih terbilang rendah, namun terus mengalami peningkatan.

Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) , rasio peneliti perempuan yaitu sekitar 41 persen.

Baca juga: RA Kartini, Putri Jawa Pejuang Emansipasi dan Sejarah Hari Kartini

Berdasarkan data dari UNESCO, perempuan yang bekerja di industri sains dan matematik berkisar 20 persen.

Peran peneliti perempuan dalam perkembangan riset Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangatlah besar.

Sejauh ini, terdapat banyak peneliti perempuan yang telah sukses melakukan penelitian yang berguna untuk kemajuan Indonesia.

Para peneliti perempuan ini tersebar dalam berbagai bidang dan fokus penelitian. Peneliti Bio Industri Laut LIPI, Dwi Listyo Rahayu misalnya, sepanjang kiprahnya sebagai perempuan peneliti riset kelautan, Listyo Rahayu telah berhasil menemukan banyak spesies biota dari laut Indonesia maupun luar negri.

Listyo telah melakukan ekspedisinya sejak tahun 1988 dan telah menemukan 2 genus dan 71 spesies baru kelomang, serta 6 genus dan 76 species baru kepiting.

Penemuan tersebut telah ia publikasikan dalam 88 artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal nasional maupun internasional.

Hal ini, ia ungkapkan dalam webinar yang diselenggarakan LIPI bertajuk 'Talenta Perempuan untuk Kemajuan Riset Indonesia', Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Kartini Bukan Cuma Penulis Surat, Dia Wartawati Pertama Nusantara

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X