Kompas.com - 20/04/2021, 07:00 WIB
Kota medan Travel Kompas.comKota medan

KOMPAS.com - Kota Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Surabaya. Ini artinya, Medan menjadi kota terbesar di luar pulau Jawa.

Berbatasan dengan Selat Malaka, Medan menjadi kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia.

Pada zaman dahulu, Kota Medan dikenal dengan nama Tanah Deli karena keadaan tanahnya berawa-rawa kurang kebih seluas 4000 Hektar.

Asal-usul nama Kota Medan sendiri berasal dari kata Tamil Maidhan atau Maidhanam yang berarti tanah lapang atau tempat yang luas, yang kemudian teradopsi ke bahasa Melayu.

Baca juga: Asal-usul Nama Magelang, Taktik Pangeran Purbaya Mengepung Jin

Dilansir dari laman resmi Dinas Pariwisata Kota Medan, dalam bahasa Melayu arti kata Medan berarti tempat luas untuk berkumpul.

Sejak zaman dahulu, Kota Medan memang mejadi tempat bertemunya penduduk dari berbagai tempat, seperti Hamparan Perak, Suka Piring, dan daerah lain utuk berdagang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam riwayat Hamparan Perak yang dokumen aslinya ditulis dalam huruf Karo, tercatat bahwa seorang tokoh Karo, Guru Patimpus, merupakan orang yang pertama kali membuka 'desa' yang diberi nama Medan.

Guru Patimpus Sembiring Pelawi kemudian pada tahun 1590 dipandang sebagai pembuka sebuah kampung yang bernama Medan Puteri.

Pada awal perkembangannya, Medan merupakan sebuah perkampungan kecil yang dinamakan 'Medan Putri' yang terletak di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura, tidak jauh dari jalan putri hijau yang sekarang.

Kedua sungai tersebut dahulu kala merupakan jalur lalu lintas yang ramai dan inilah cikal bakal Kota Medan cepat berkembang menjadi pelabuhan transit yang penting.

Menurut Mohammad Said (1997), asal-usul kata Medan diambil dari kampung Medan Putri ini.

Karenanya, hari jadi Kota Medan ditetapkan berdasarkan perkiraan tanggal 1 Juli 1590 dan diusulkan ke Wali Kota Medan untuk dijadikan sebagai hari jadi Kota Medan.

Dahulu orang menamakan Tanah Deli mulai dari sungai ular (Deli Serdang) sampai ke Sungai Wampu Langkat.

Baca juga: Asal-usul Nama Kediri, Ada di Dalam Prasati Kwak hingga Prosesi Manusuk Sima

Sedangkan kesultanan Deli yang berkuasa pada masa itu wilayah kekuasaannya tidak mencakup daerah di antara kedua sungai tersebut.

Menurut Volker, pada tahun 1860 Medan masih dipenuhi hutan rimba, terutama di muara-muara sungai dan diselingi permukiman penduduk yang berasal dari Karo dan Semenanjung Malaya.

Dilansir laman resmi Pemerintah Kota Medan, pada tahun 1863 orang-orang Belanda mulai membuka kebun tembakau di Deli yang membuat perekonomian dan Medan menjadi kota pusat pemeritahan di Sumatera Utara.

Medan adalah kota pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bandara dengan kereta api. Menurut Bappenas, Medan adalah kota multietnis karena penduduknya terdiri dari orang-orang dengan latar budaya dan agama yang berbeda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Kita
Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Oh Begitu
Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X