Atalia Praratya Positif Corona, Ahli: Vaksin Cegah Gejala Parah Bukan Infeksi Covid-19

Kompas.com - 19/04/2021, 18:45 WIB
Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya dalam sebuah acara. Dok. Pemprov Jabar Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya dalam sebuah acara.

KOMPAS.com - Istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan menyampaikan kabar dirinya positif terinfeksi Covid-19 melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (17/4/2021).

Atalia mengaku tidak tahu tertular dari siapa, ia meminta kepada yang merasa ada kontak erat dengannya untuk segera melakukan pemeriksaan.

“Tidak terasa apa-apa, penciuman normal, hanya kemarin kepala sedikit pening. Saya piker karena kehujanan,” katanya menjelaskan soal kondisinya.

Sebelumnya Atalia juga sudah mendapat vaksin Covid-19 dua kali.

Baca juga: DNA dari Neanderthal Bikin Covid-19 Lebih Parah, Kok Bisa?

Menurut ahli biologi molekuler Ahmad Utomo, apa yang dialami Atalia adalah hal wajar. Pasalnya, vaksin Covid-19 memang tidak memberikan perlindungan 100 persen, melainkan melindungi dari munculnya gejala parah.

“Wajar kok. Proteksi vaksin kan utamanya untuk mencegah gejala yang perlu masuk rumah sakit,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (19/4/2021).

Seperti telah diberitakan Kompas.com sebelumnya (22/1/2021), Ahmad menjelaskan, salah satu alasan orang yang sudah divaksin masih bisa terinfeksi Covid-19, karena injeksi diberikan di bahu. Di mana injeksi di bahu ini menimbulkan antibodi IgG bukan IgA.

"Kalau untuk mencegah infeksi, maka (yang dibutuhkan) bukan suntikan di bahu. Tapi, inhaler untuk memicu IgA di rongga napas atas," imbuh dia.

Untuk diketahui, antibodi IgG adalah tipe antibodi yang paling umum muncul setelah injeksi bahu dan biasanya bersirkulasi di dalam pembuluh darah.

Sehingga, meski telah disuntik vaksin Covid dosis kedua sekalipun, saat virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masuk melalui saluran pernapasan, maka gejala infeksi di saluran pernapasan masih bisa terjadi, tapi tanpa gejala.

"Nah, karena infeksinya di rongga atas, ada proteksi alamiah dari imunoglobulin tipe A (IgA). Sementara, infeksi rongga bawah butuh proteksi IgG," kata dia.

Baca juga: Hasil Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Dunia Nyata, 80 Persen Efektif Cegah Kematian

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X