Kompas.com - 19/04/2021, 18:30 WIB
Ilustrasi insomnia, gangguan tidur, sulit tidur. Teknologi telepon layar sentuh, bisa mengganggu jam tubuh, ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur manusia. SHUTTERSTOCK/DimaBerlinIlustrasi insomnia, gangguan tidur, sulit tidur. Teknologi telepon layar sentuh, bisa mengganggu jam tubuh, ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur manusia.


KOMPAS.com- Ritme sirkadian adalah jam tubuh, yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur manusia. Dalam penelitian baru, ilmuwan menemukan bahwa teknologi telah mengubah ritme penting ini dan menyebabkan siklus tidur terganggu.

Dulu, sejak penemuan bola lampu tahun 1879, orang-orang bergantung pada cahaya alami dari Matahari.

Di masa kini, banyak orang menghabiskan sebagian besar hari tidak hanya di ruangan dengan penerangan artifisial, tetapi juga melihat layar seperti layar telepon genggam, komputer, dan televisi.

Baru-baru ini, ada kekhawatiran bahwa terlalu sering melihat layar terang di malam hari dapat membingungkan ritme sirkadian. Teknologi dengan layar menyala ini, kemudian mengganggu jam biologis internal yang mengatur siklus tidur dan bangun kita.

Baca juga: Begini Siklus Tidur Normal yang Menyehatkan

 

 

Ilmuwan berasumsi bahwa menggunakan ponsel maupun gawai lainnya, sebelum tidur, dapat membuat kita menjadi lebih sulit tidur.

Faktanya, ada banyak produk yang bisa dibeli untuk menyaring cahaya biru dari layar, yang menjanjikan kualitas tidur akan menjadi lebih baik.

Akan tetapi, apakah produk-produk ini dapat benar-benar berfungsi?

Ritme sirkadian adalah 'jam tubuh' bawaan yang ada dalam berbagai bentuk kehidupan, termasuk pada tumbuhan, jamur, dan hewan. Pada manusia, jam tubuh kita ditemukan di bagian otak yang disebut hipotalamus, yang mengatur siklus tidur kita.

Baca juga: 3 Cara Tetap Tidur Cukup dan Berkualitas Selama Ramadhan

 

 

Dilansir dari Science Alert, Senin (19/4/2021), hipotalamus melepaskan hormon yang disebut melatonin, yang juga disebut sebagai 'hormon tidur', karena kadarnya yang tinggi di malam hari, tetapi turun sebelum kita bangun di pagi hari.

Jam tubuh kita memiliki ritme intrinsik, tetapi juga dapat disesuaikan sebagai respons terhadap cahaya.

Profesor John Axelsson, ahli dalam penelitian tidur dari Karolinska Institute, Swedia, menjelaskan bahwa jam utama memiliki intrinsik hampir 24 jam dan sangat sensitif terhadap cahaya sekitar senja dan fajar.

"Jadi, (jam tubuh utama) ini untuk menyempurnakan sistem sirkadian, yang memungkinkan sistem menjadi dinamis dan beradaptasi dengan perubahan musim dalam durasi siang dan malam (menentukan siklus tidur)," kata Axelsson.

Baca juga: Jeff Smith Pakai Ganja karena Tak Bisa Tidur, Ini Efek Sampingnya

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X