Kompas.com - 16/04/2021, 17:02 WIB
Ilustrasi pasien sembuh dari Covid-19 dengan gejala yang ringan atau sedang, masih diperbolehkan menjalankan puasa Ramadhan. Namun, bagi pasien yang mengalami sakit kritis atau memiliki gejala long covid, disarankan untuk tidak berpuasa. SHUTTERSTOCK/wavebreakmediaIlustrasi pasien sembuh dari Covid-19 dengan gejala yang ringan atau sedang, masih diperbolehkan menjalankan puasa Ramadhan. Namun, bagi pasien yang mengalami sakit kritis atau memiliki gejala long covid, disarankan untuk tidak berpuasa.


KOMPAS.com- Memasuki tahun kedua Ramadhan di masa pandemi virus corona, menjadi tantangan berat bagi umat muslim di seluruh dunia untuk menjalankan ibadah puasa, khususnya pada mereka yang baru sembuh dari Covid-19 yang ingin tetap berpuasa.

Covid-19 telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. Tak terkecuali umat muslim yang telah sembuh dari Covid-19, dan harus menjalankan ibadah puasa.

Dilansir dari Gulf News, Jumat (16/4/2021), dokter di Uni Emirat Arab (UEA) telah memperingatkan pasien yang telah pulih dari Covid-19 untuk memperhatikan asupan nutrisi, hidrasi, pola tidur dan kebugaran fisik, jika mereka berencana menjalankan puasa Ramadhan.

Jurnal medis internasional dan organisasi seperti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah memperingatkan, bahkan dua hingga tiga bulan setelah pemulihan, pasien Covid-19 cenderung akan mengalami beberapa gejala Covid-19 berkepanjangan.

Di antaranya seperti kelelahan, sesak napas, otot yang buruk, ancaman pembekuan darah dan efek samping lain setelah mengalami Covid-19.

Baca juga: Pasien Diabetes Ingin Puasa Ramadhan? Begini Panduan Makannya

 

Salah satu pasien Covid-19, Mohammad Kunhi Siddiqui, pengusaha ekspatriat India di Dubai telah pulih dari Covid-19 pada Februari lalu dan berencana menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Namun, dia menderita berbagai komplikasi kesehatan.

Puasa pada pasien Covid-19, Dr Salvin George, spesialis penyakit dalam, di Medcare Rumah Sakit Dubai menjelaskan bahwa pemulihan untuk pasien yang mengalami kondisi kritis dilakukan secara bertahap dan mereka disarankan untuk menjalankan puasa di bawah pengawasan medis.

"Banyak pasien Covid-19 yang sakit kritis terus mengalami kelelahan, kelelahan, infeksi saluran pernapasan, kesulitan bernapas," kata Dr George.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan, Adakah Efek Sampingnya?

 

Dr George mengatakan pasien tersebut tidak disarankan untuk berpuasa, sementara pasien lain yang memiliki gejala sedang hingga ringan dapat melanjutkan puasa Ramadhan.

Dia mengatakan bahwa ada ancaman pembekuan darah yang terkadang puasa bisa memicu dehidrasi kemudian menyebabkan darah semakin kental dan mengakibatkan penggumpalan.

"Kami biasanya meresepkan pengencer darah untuk pasien yang sakit parah selama sebulan setelah keluar dari rumah sakit," imbuhnya.

"Jika pasien ini masih berencana untuk puasa, kami menyarankan mereka untuk menjalani tes D-dimer," kata Dr George.

Baca juga: 5 Kondisi yang Menentukan Pasien Diabetes Boleh Puasa Ramadhan atau Tidak

Halaman:


Sumber Gulf News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X