Kompas.com - 14/04/2021, 04:25 WIB

KOMPAS.com - Untuk menjaga imunitas dan kesehatan tubuh, sangat penting untuk memiliki tidur berkualitas yang cukup waktu.

Namun ketika Ramadhan, tentu akan ada perubahan jam tidur, karena harus bangun lebih awal untuk sahur. Bahkan, sebagian orang memilih tak tidur hingga sahur dan baru tidur setelah subuh.

Hal ini dapat mengganggu jam biologis kita dan memengaruhi kesehatan tubuh secara umum.

Seorang spesialis pengobatan tidur di Cleveland Clinic di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa fleksibilitas yang lebih besar dalam jam kerja, kesibukan hingga larut malam, dan peningkatan waktu layar semuanya dapat berdampak pada kualitas tidur, yang pada gilirannya akan memengaruhi respons imunitas atau sistem kekebalan.

Baca juga: Kualitas Tidur 62 Persen Warga Asia Pasifik Terganggu Selama Pandemi

Menurut Dr Vaishal Shah dari Clinic’s Sleep Disorders Center, selama pandemi Covid-19, orang mencari cara untuk mengoptimalkan sistem kekebalan mereka dan tidur merupakan komponen penting dalam proses ini.

“Banyak penelitian telah menentukan, bahwa respons sistem kekebalan kita ditekan, jika kita tidak mendapatkan kualitas tidur yang cukup dan konsisten, sehingga ini akan membuat kita lebih rentan terhadap infeksi secara umum, dengan waktu pemulihan yang juga lebih lama,” jelas dr. Vaishal Shah.

Dia menjelaskan, bahwa selama tidur, sistem kekebalan melepaskan protein yang disebut sitokin, beberapa di antaranya membantu melindungi dari infeksi dan peradangan.

Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan produksi sitokin dan antibodi pelawan infeksi.

Selain mendukung fungsi kekebalan yang efektif, Dr Shah menambahkan, bahwa kualitas tidur penting selama Ramadhan karena mengatur hormon yang mengontrol nafsu makan. Jadi, kurang tidur saat bulan puasa, bisa membuat Anda kelaparan dan makan berlebih.

Berikut ini empat cara tetap cukup tidur dan mendapatkan tidur berkualitas selama Ramadhan:

1. Jadwal tidur konsisten

Ia mengatakan, bahwa untuk mendapatkan kualitas tidur yang cukup agar berfungsi optimal, konsistensi dalam jadwal tidur adalah kuncinya.

“Entah Anda menjalankan jadwal rutin siang hari selama Ramadhan, atau menyesuaikannya dengan waktu makan, atau bahkan tetap terjaga di malam hari dan tidur di siang hari, sangat penting untuk mencoba tidur pada waktu yang sama dan bangun di waktu yang sama setiap hari,” jelas Dr. Shah.

"Ini akan membantu mengatur ritme sirkadian Anda, atau jam tubuh internal, dan mendorong tidur restoratif," katanya.

Di samping itu, tidur beberapa jam di satu waktu lebih baik ketimbang beberapa kali tidur sebentar untuk memenuhi kebutuhan tidur.

Bagi Anda yang mengubah malam menjadi siang, Dr. Shah menyarankan untuk menyesuaikan kembali rutinitas normal secara perlahan menjelang penghujung Ramadhan.

“Anda dapat memindahkan waktu tidur dan waktu bangun beberapa jam lebih awal setiap hari, sehingga jam tubuh dapat menyesuaikan dengan lebih mudah,” tuturnya.

Baca juga: Tubuh Sangat Lelah, tapi Kok Susah Tidur? Ini Penyebabnya

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.