Kompas.com - 12/04/2021, 19:03 WIB
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah saat membuka kado pernikahan berupa peralatan dapur serba ungu yang diberikan oleh fans YouTube Atta HalilintarAtta Halilintar dan Aurel Hermansyah saat membuka kado pernikahan berupa peralatan dapur serba ungu yang diberikan oleh fans


KOMPAS.com- Atta Halilintar mengatakan kepada Anang Hermansyah dan Ashanty, bahwa dia dan istrinya, Aurel Hermansyah siap punya 15 anak.

Pernyataan itu disampaikan Atta saat keluarga ASIX datang mengunjungi rumah Atta, dalam rekaman vlog berjudul Keluarga Pipi Bunda dobrak rumah Atta Aurel.

Di sela dia menjelaskan setiap ruangan yang ada di rumahnya, Atta tiba-tiba menyeletuk menginginkan 15 anak dari Aurel.

"Sudah siap punya 15 anak Pi (Anang)," ujar Atta seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (23/3/2021) lalu.

Risiko hamil anak banyak

Lantas, apakah dampak kesehatan dengan melahirkan anak banyak seperti yang diinginkan Atta Aurel?

Melahirkan banyak anak atau dalam kedokteran disebut dengan kehamilan grande multipara, yakni kehamilan dengan lebih dari 5 anak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kehamilan Anak Kembar Dipengaruhi Posisi Bercinta

 

Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Bamed Women's Clinic, dr Ni Komang Yeni SpOG, kehamilan dengan lebih dari 5 anak ini dianggap berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi antenatal.

Dr Yeni mengatakan bahwa ada berbagai risiko komplikasi yang bisa terjadi pada ibu, yakni di antaranya sebagai berikut.

  • Hipertensi dalam kehamilan
  • Diabetes mellitus gestasional
  • Anemia
  • Solusio plasenta
  • Plasenta previa
  • Persalinan prematur
  • Mal-presentasi
  • Mal-posisi
  • Disproporsi janin-panggul.

Bahkan, lebih lanjur dr Yeni mengatakan kehamilan ini bisa memberi komplikasi lain. Di antaranya komplikasi sebagai berikut.

  • Inersia uterus
  • Ruptur uterus
  • Kematian intrauterin
  • Makrosomia janin
  • Perdarahan postpartum.

"Bahkan, komplikasi saat persalinan operatif dengan konsekuensi risiko morbiditas dan mortalitas ibu," imbuh dr Yeni, menanggapi pernyataan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah yang ingin punya 15 anak.

Baca juga: 3 Cara Mencegah Stunting pada Anak, Penuhi Kebutuhan Nutrisi Ibu Ketika Hamil

Ilustrasi ibu hamil menjaga kehamilan dengan mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi. SHUTTERSTOCK/Praisaeng Ilustrasi ibu hamil menjaga kehamilan dengan mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi.

Lebih lanjut dr Yeni mengatakan bahwa faktor sosial ekonomi memainkan peran yang sangat penting. Artinya, dengan kehamilan banyak anak, bisa memengaruhi sosial ekonomi keluarga.

Di antaranya mayoritas pasien yang kurang mampu dengan akses kesehatan yang tidak memadai ke perawatan perinatal modern ditambah dengan peningkatan usia ibu.

"Mereka cenderung memberi makan banyak anak mereka, dengan mengorbankan gizi mereka sendiri, sehingga rentan terhadap malnutrisi," jelas dr Yeni.

Mereka terlalu sibuk untuk menjaga kesehatan mereka dan karena kehamilan yang berlangsung cepat dan periode menyusui, maka yang terjadi kekurangan besi dan kalsium, serta Vitamin D, imbuh dr Yeni.

Komplikasi yang dilaporkan ini, kata dr Yeni, terjadi pada kelompok pasien ini selama kehamilan, persalinan dan nifas. Sebab, ibu hamil ini memerlukan kebutuhan untuk perawatan khusus selama periode antepartum, intrapartum dan postpartum.

Baca juga: Berbahaya bagi Ibu Hamil, Apa Manfaat Lain Rumput Fatimah?

 

Faktor yang diperhatikan saat ingin banyak anak

Lalu, apa yang perlu diperhatikan jika memang ingin punya banyak anak?

Lebih lanjut dr Yeni menjelaskan bahwa kehamilan grande multiparitas telah lama dianggap terkait dengan peningkatan komplikasi ibu dan janin.

Namun demikian, kata dia, dalam penelitian terbaru menunjukkan bahwa dengan perawatan perinatal yang tepat, wanita dengan tingkat paritas tinggi tidak lagi terlalu berisiko tinggi.

Beberapa penulis menyimpulkan bahwa di negara maju dengan kondisi perawatan kesehatan yang optimal, kehamilan grande multiparitas tidak lagi dianggap berbahaya.

Baca juga: Ibu Hamil dan Anak Indonesia Alami Anemia karena Kekurangan Zat Besi

 

"Sehingga kontroversi mengenai risiko kehamilan grande multiparitas dapat diselesaikan dengan baik, karena intervensi sesegera mungkin, untuk mengurangi terjadinya komplikasi dan ini hanya dapat diterapkan bila diketahui besaran risiko yang ada," jelas dr Yeni.

Idealnya, saat memiliki anak, jarak antara setiap anak, adalah 2 tahun. Namun, jika memang ingin memiliki banyak anak, dr Yeni mengimbau agar kesiapan mental ibu juga diperhatikan.

Selain itu, perlu juga diperhatikan bagaimana asupan nutrisi yang baik, psikologi anak, sistem pendukung yang baik, misal terkait siapa yang akan membantu merawat hingga finansial keluarga.

"Tidak ada batasan usia (jika mau hamil anak banyak seperti yang diutarakan Atta Halilintar), hak asasi manusia mau punya anak berapa saja. Tetapi harus tahu risiko-risiko yang mungkin timbul," papar dr Yeni.

Baca juga: Viral di Tiktok Bahaya Rumput Fatimah bagi Ibu Hamil, Ini Penjelasan Ahli

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X