Kompas.com - 12/04/2021, 06:03 WIB
Kondisi rumah Sutrisno (63) di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKKondisi rumah Sutrisno (63) di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021).

KOMPAS.com - Gempa bumi dengan kekuatan M 5,5 mengguncang wilayah Malang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021) pagi. Gempa ini juga terasa hingga Yogyakarta.

Fenomena gempa susulan dari gempa utama yang terjadi Sabtu (10/4/2021) siang merupakan salah satu berita populer Sains Kompas.com.

Selain itu, ahli juga menemukan kota emas yang telah lama hilang di Mesir. Ini merupakan temuan terpenting dalam sejarah, setelah makam raja Tutankhamun.

Berita populer lainnya, studi terbaru menemukan bahwa pria yang terinfeksi Covid-19 berisiko enam kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi.

Berita lain yang layak disimak, alasan gorila sering memukul dadanya. Ini adalah misteri yang akhirnya dipahami ilmuwan.

Baca juga: [POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ulasan Populer Sains:

1. Gempa M 5,5 kemarin pagi tak berpotensi tsunami

Trending #PrayforMalang belum juga selesai, gempa bumi tektonik dengan magnitudo M 5,5 kembali mengguncang wilayah Malang, Jawa Timur dan sekitarnya.

Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut terjadi pada pukul 06.54 WIB, Minggu (11/4/2021).

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.84 LS dan 112.41 BT.

Lokasi tepatnya adalah di laut pada jarak 80 kilometer arah barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 98 kilometer.

"Gempa ini tidak berpotensi tsunami," tegas BMKG.

Kepala Bidang Mitigasi gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya relatif kecil untuk dapat menjadi gempa pembangkit tsunami.

Ini merupakan gempa susulan kedelapan, bagian dari gempa utama berkekuatan M 6,1 yang terjadi Sabtu (10/4/2021) siang.

Baca selengkapnya di sini:

Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

2. Kota emas yang hilang ditemukan

Kota kuno itu ditemukan dekat lokasi beberapa monumen terkenal di Mesir.REUTERS via BBC INDONESIA Kota kuno itu ditemukan dekat lokasi beberapa monumen terkenal di Mesir.

Penemuan suatu kota kuno berusia 3.000 tahun, yang terkubur di gurun pasir Mesir, dinilai sebagai salah satu temuan arkeologi terpenting setelah makam Tutankhamun.

Ahli Mesir Kuno terkenal, Zahi Hawass, mengumumkan penemuan "kota emas yang hilang itu" di dekat Luxor pada Kamis (08/04/2021).

Menurut dia, kota kuno dengan nama Aten itu adalah yang terpenting yang pernah ditemukan di Mesir.

Kota hilang itu terungkap melalui penggalian yang dimulai pada September 2020.

Kota itu diduga merupakan peninggalan masa kekuasaan Amenhotep III, salah satu firaun paling kuat di Mesir, yang memerintah dari 1391 hingga 1353 Sebelum Masehi.

Baca temuan selengkapnya di sini:

Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

3. Pria yang terinfeksi Covid-19 berisiko enam kali alami disfungsi ereksi

Sebuah studi menunjukkan, Covid-19 meningkatkan risiko disfungsi ereksi (DE) hampir enam kali lipat pada pria muda.

Pada pria dengan riwayat Covid-19, perkiraan risiko mengembangkan disfungsi ereksi adalah 5,66 lebih tinggi, bahkan setelah faktor lain dipertimbangkan.

Penelitian yang dipimpin oleh Emmanuele A. Jannini, MD, profesor endokrinologi dan seksologi medis, Universitas Roma Tor Vergata, Roma, Italia ini telah dipublikasikan pada 20 Maret lalu di Andrology.

Sebaliknya, data dari studi tersebut juga menunjukkan bahwa disfungsi ereksi juga meningkatkan kerentanan pria terhadap infeksi SARS-CoV-2.

Pria dengan disfungsi ereksi lima kali lebih mungkin untuk terinfeksi Covid-19.

Terapkan protokol kesehatan untuk menghindari infeksi Covid-19. Berikut penjelasan selengkapnya terkait studi tersebut:

Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

4. Alasan gorila memukul dada sendiri

Ilustrasi gorila yang sedang memukul dadanya. iflscience Ilustrasi gorila yang sedang memukul dadanya.

Anda mungkin pernah melihat adegan gorila yang sedang memukul-mukul dadanya sendiri. Namun apa maksud gorila berperilaku seperti itu, masih tidak jelas.

Tapi kini sebuah studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports, akhirnya berhasil menguak misteri di balik pertunjukkan yang mengesankan tersebut.

Seperti dikutip dari Phys.org, Jumat (9/4/2021) studi yang dilakukan oleh tim internasional itu menyebut, bahwa pukulan pada dada gorila itu sebenarnya dilakukan untuk menunjukkan ukuran tubuh gorila.

Informasi mengenai ukuran tubuh gorila sendiri menjadi penting, karena dapat menunjukkan kemampuan bersaing, baik itu pada jantan dan betina dalam memilih pasangannya.

Kesimpulan mengenai pukulan dada itu terungkap setelah peneliti melakukan perekaman pukulan dada dengan menggunakan teknik fotogrametri untuk mengukur tubuh gorila gunung liar jantan dewasa di Taman Nasional Volcanoes, Rwanda.

Baca selengkapnya di sini:

Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X