Kompas.com - 30/03/2021, 16:32 WIB
Anggota tim investigasi Organisasi Kesehatan Dunia Peter Daszak saat melakukan investigasi di China pada Februari 2021. Dia mengatakan kepada NPR bahwa laporan WHO menyerukan penelitian tambahan di peternakan yang membiakkan hewan eksotis di China selatan. Hector Retamal/AFPAnggota tim investigasi Organisasi Kesehatan Dunia Peter Daszak saat melakukan investigasi di China pada Februari 2021. Dia mengatakan kepada NPR bahwa laporan WHO menyerukan penelitian tambahan di peternakan yang membiakkan hewan eksotis di China selatan.

KOMPAS.com - Laporan Organisasi Kesehatan Dunia tentang asal usul virus corona SARS-CoV-2 yang memicu pandemi global akan keluar hari ini, Selasa (30/3/2021).

Kendati demikian, ada laporan awal WHO yang didapat NPR.

Dilansir NPR, Senin (29/3/2021), berdasarkan data yang didapat WHO, pasar grosir makanan laut di Huanan, Wuhan, bukan sumber asli wabah virus corona.

Laporan juga mencatat, teori yang mengatakan virus corona berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan adalah sesuatu yang sangat tidak masuk akal.

Temuan terbaru berdasarkan data, peternakan di Asia Tenggara dikaitkan dengan kasus infeksi Covid-19 yang menginfeksi manusia paling awal. Oleh sebab itu, riset lanjutan di peternakan ini sangat diperlukan.

Baca juga: WHO Sebut Sangat Mungkin Virus Corona Ditularkan dari Kelelawar Lewat Hewan Perantara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam wawancara eksklusif bersama NPR minggu lalu, Peter Daszak, seorang ahli ekologi penyakit yang ikut dalam investigasi selama dua minggu di China mencatat, pemasok peternakan satwa liar di pasar Wuhan - yang sejak awal diidentifikasi sebagai asal virus corona - adalah titik awal pandemi.

Laporan WHO ini kemungkinan besar akan menimbulkan kontroversi.

Jamie Metzl, ahli virus yang bertugas di komite penasihat rekayasa genetika WHO menyebut, ini adalah riset investigasi yang sangat diwaspadai dan dikuratori.

Metzel termasuk di antara sekelompok ilmuwan yang menandatangi surat yang berisi, hasil laporan studi di China yang terbit Selasa ini, tidak lengkap dan tidak akurat.

Dalam membahas hipotesis siak peternakan satwa liar, Daszak mengatakan kepada NPR bahwa China menutup bisnis ini pada Februari 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber NPR
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.