[POPULER SAINS] Fakta Makemake, yang Bikin Pluto Bukan Lagi Planet | Alasan Vaksin AstraZeneca di Sulawesi Utara Dihentikan

Kompas.com - 29/03/2021, 07:00 WIB
Ilustrasi Makemake ShutterstockIlustrasi Makemake

KOMPAS.com - Seperti kita tahu, Pluto sudah dikeluarkan dari kategori planet di Tata Surya kita.

Hal ini terjadi setelah ilmuwan menemukan benda langit yang dinamai Makemake. Nah, 6 fakta tentang Makemake menjadi salah satu berita populer Sains Kompas.com edisi akhir pekan 27-28 Maret 2021.

Selain Makemake, program vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan AstraZeneca di Sulawesi Utara dihentikan sementara. Ini disebabkan adanya laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Penjelasan permasalahan soal penghentian sementara program vaksinasi AstraZeneva juga menjadi salah satu berita populer.

Baca juga: [POPULER SAINS] 7 Fakta Situs Kumitir Majapahit | Cara Pengacara Kuno Cegah Penipuan

Selain itu, ada dua berita lain yang layak Anda simak. Berikut ulasannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Fakta Makemake, yang bikin Pluto bukan planet lagi

Sebelum para astronom mengetahui adanya sebuah benda langit yang disebut Makemake (saat ini), Pluto dikenal sebagai planet ke sembilan setelah Neptunus.

Namun, ketika para astronom menemukan benda langit 2005 FY9 pada tahun 2005, yang kemudian diganti namanya menjadi Makemake pada 2008; Pluto dihilangkan dari kategori planet di Tata Surya kita.

Berikut beberapa faktanya:

Penemukan Makemake dan namanya

Makemake pertama kali ditemukan pada 31 Maret 2005 oleh tim astronom yaitu M.E Brown, C.A. Trujillo dan D. Rabinowitz di Palomar Observatory.

Sebelum dikonfirmasi secara resmi, benda langit yang satu ini diberi nama 2005 FY9. Sementara itu, nama Makemake berasal dari dewa kesuburan Rapanui di Pulau Paskah.

Planet katai

Makemake adalah planet terkecil di luar tata surya dan berlokasi di Kuiper Belt (Sabuk Kuiper), yaitu wilayah di luar orbit Neptunus.

Planet katai paling terang kedua

Meski Makemake sedikit lebih kecil dari Pluto, ia merupakan objek paling terang kedua di Sabuk Kuiper yang terlihat dari Bumi.

Baca 3 fakta menarik lain dari Makemake, dari ukuran, jarak, orbit, hingga objek langit yang disebut mengubah sejarah Tata Surya di sini:

6 Fakta Makemake, Planet Katai yang Bikin Pluto Bukan Lagi Planet

2. Soal vaksin AstraZeneca dihentikan sementara di Sulawesi Utara

Seorang petugas layanan kesehatan menunjukkan botol dan sekotak vaksin AstraZeneca, 19 Maret 2021.REUTERS/MASSIMO PINCA via VOA INDONESIA Seorang petugas layanan kesehatan menunjukkan botol dan sekotak vaksin AstraZeneca, 19 Maret 2021.

Vaksin AstraZeneca kembali menuai polemik. Kali ini, penyuntikan vaksin Covid-19 dari Inggris itu dihentikan sementara di Sulawesi Utara (Sulut), karena dilaporkan memiliki efek samping.

Pemberhentian sementara program vaksinasi Covid-19 dari produk vaksin AstraZeneca ini disebabkan adanya indikasi atau laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel menjelaskan, penghentian penyuntikan vaksin AstraZeneca hanya bersifat sementara.

"Langkah hati-hati ini harus diambil mengingat adanya angka kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) sebesar 5-10 persen dari total yang divaksin AstraZeneca," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Terkait laporan KIPI yang terjadi di Sulawesi Utara, selengkapnya baca di sini:

Vaksinasi Vaksin AstraZeneca di Sulawesi Utara Dihentikan Sementara, Apa Masalahnya?

3. Alasan jenggot bisa meningkatkan risiko infeksi Covid-19

Ilustrasi orang berjenggot menggunakan maskerSHUTTERSTOCK/Vulp Ilustrasi orang berjenggot menggunakan masker

Menumbuhkan jenggot atau brewok selama pandemi mungkin tampak tidak berbahaya. Namun bagi mereka yang memilih tidak mencukur jenggot dan membiarkannya tumbuh lebat, ini akan berdampak pada upaya kita mengakhiri pandemi.

Apa hubungannya?

Alasan kenapa kita menggunakan masker adalah untuk menutup mulut dan hidung agar menahan virus yang terkandung di dalam droplets (cairan pernapasan) agar tidak mengenai orang lain. Ini jika kita terinfeksi suatu virus penyakit, termasuk Covid-19.

Dengan memakai masker, kita pun dapat terhindar dari tetesan droplets yang mungkin disebarkan orang lain.

Jadi memakai masker untuk melindungi diri kita sendiri dan orang lain.

Nah, masker pun tidak bisa asal tempel.

Untuk mengurangi risiko tertular atau menyebarkan virus corona, masker harus pas. Tidak ada celah antara kulit dan masker.

Saat seseorang memiliki jenggot atau brewok, ini akan mengurangi keefektifan pemakaian masker. Sebab, adanya jenggot atau brewok seringkali menciptakan celah antara wajah dan masker.

Jika begitu, apa artinya harus potong jenggot? Baca di sini:

Jenggot Bisa Meningkatkan Risiko Terinfeksi Covid-19, Ini Alasannya

4. Kenapa makan pedas bikin hidung meler?

Ilustrasi makan makanan pedas. Ilustrasi makan makanan pedas.

Ketika Anda memakan makanan pedas seperti sambal, saus pedas, wasabi, atau camilan pedas lainnya, hidung Anda akan mendadak basah hingga mengeluarkan cairan seperti terkena 'pilek mendadak'.

Tak jarang Anda sampai membutuhkan banyak tissue untuk membersihkan cairan yang keluar dari hidung. Mengapa demikian?

Dilansir Mental Floss, Rabu (5/10/2011), capsaicin adalah bahan kimia yang ditemukan terkonsentrasi di jaringan plasenta cabai dan alil isothiocyanate adalah minyak yang terkandung dalam tanaman seperti mustard dan lobak.

Tumbuhan tersebut menggunakan kedua bahan kimia ini sebagai senjata biologis melawan hewan pemangsa.

Mereka mengiritasi hampir semua jaringan lunak yang bersentuhan dengannya, sehingga inilah yang mungkin menyebabkan sensasi terbakar yang luar biasa di lidah Anda.

Kemudian, ketika selaput lendir terkena bahan kimia ini, mereka menjadi meradang dan berusaha untuk menahannya dengan cara memproduksi lendir untuk menjebak alergen dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Selanjutnya menjauhkannya dari sistem pernapasan Anda dengan mengeluarkannya melalui saluran hidung, yang membuat hidung kita menjadi basah.

Jika diperhatikan, ketika Anda masuk angin atau hidung mampet, efek pilek dari makanan pedas dapat membuat Anda merasa sedikit lebih baik.

Namun, jangan tertipu oleh hal itu, karena kelegaan ini hanya sementara dan justru akan memperburuk keadaan dalam jangka panjang. Baca selengkapnya di sini:

Kenapa Makan Makanan Pedas Bikin Hidung Berair?

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X