[POPULER SAINS] Fakta Makemake, yang Bikin Pluto Bukan Lagi Planet | Alasan Vaksin AstraZeneca di Sulawesi Utara Dihentikan

Kompas.com - 29/03/2021, 07:00 WIB
Seorang petugas layanan kesehatan menunjukkan botol dan sekotak vaksin AstraZeneca, 19 Maret 2021. REUTERS/MASSIMO PINCA via VOA INDONESIASeorang petugas layanan kesehatan menunjukkan botol dan sekotak vaksin AstraZeneca, 19 Maret 2021.

6 Fakta Makemake, Planet Katai yang Bikin Pluto Bukan Lagi Planet

2. Soal vaksin AstraZeneca dihentikan sementara di Sulawesi Utara

Vaksin AstraZeneca kembali menuai polemik. Kali ini, penyuntikan vaksin Covid-19 dari Inggris itu dihentikan sementara di Sulawesi Utara (Sulut), karena dilaporkan memiliki efek samping.

Pemberhentian sementara program vaksinasi Covid-19 dari produk vaksin AstraZeneca ini disebabkan adanya indikasi atau laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel menjelaskan, penghentian penyuntikan vaksin AstraZeneca hanya bersifat sementara.

"Langkah hati-hati ini harus diambil mengingat adanya angka kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) sebesar 5-10 persen dari total yang divaksin AstraZeneca," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Terkait laporan KIPI yang terjadi di Sulawesi Utara, selengkapnya baca di sini:

Vaksinasi Vaksin AstraZeneca di Sulawesi Utara Dihentikan Sementara, Apa Masalahnya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Alasan jenggot bisa meningkatkan risiko infeksi Covid-19

Ilustrasi orang berjenggot menggunakan maskerSHUTTERSTOCK/Vulp Ilustrasi orang berjenggot menggunakan masker

Menumbuhkan jenggot atau brewok selama pandemi mungkin tampak tidak berbahaya. Namun bagi mereka yang memilih tidak mencukur jenggot dan membiarkannya tumbuh lebat, ini akan berdampak pada upaya kita mengakhiri pandemi.

Apa hubungannya?

Alasan kenapa kita menggunakan masker adalah untuk menutup mulut dan hidung agar menahan virus yang terkandung di dalam droplets (cairan pernapasan) agar tidak mengenai orang lain. Ini jika kita terinfeksi suatu virus penyakit, termasuk Covid-19.

Dengan memakai masker, kita pun dapat terhindar dari tetesan droplets yang mungkin disebarkan orang lain.

Jadi memakai masker untuk melindungi diri kita sendiri dan orang lain.

Nah, masker pun tidak bisa asal tempel.

Untuk mengurangi risiko tertular atau menyebarkan virus corona, masker harus pas. Tidak ada celah antara kulit dan masker.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X