Kompas.com - 28/03/2021, 16:02 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau serbuan vaksin AstraZeneca bagi Prajurit TNI AL di Mako Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (26/3/2021). Sebanyak 130.000 prajurit TNI secara serentak melaksanakan vaksinasi dengan menggunakan vaksin astrazeneca di sepuluh Provinsi di Indonesia. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau serbuan vaksin AstraZeneca bagi Prajurit TNI AL di Mako Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (26/3/2021). Sebanyak 130.000 prajurit TNI secara serentak melaksanakan vaksinasi dengan menggunakan vaksin astrazeneca di sepuluh Provinsi di Indonesia.


KOMPAS.com- Vaksin AstraZeneca kembali menuai polemik. Kali ini, penyuntikan vaksin Covid-19 dari Inggris itu dihentikan sementara di Sulawesi Utara (Sulut), karena dilaporkan memiliki efek samping.

Pemberhentian sementara program vaksinasi Covid-19 dari produk vaksin AstraZeneca ini disebabkan adanya indikasi atau laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel menjelaskan, penghentian penyuntikan vaksin AstraZeneca hanya bersifat sementara.

"Langkah hati-hati ini harus diambil mengingat adanya angka kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) sebesar 5-10 persen dari total yang divaksin AstraZeneca," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Baca juga: AstraZeneca Bantah Vaksin Covid-19 Produksinya Mengandung Tripsin Babi

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala efek samping Vaksin AstraZeneca

Vaksinasi vaksin AstraZeneca di Sulawesi Utara menunjukkan beberapa gejala efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) dari vaksin Covid-19 tersebut, di antaranya sebagai berikut:

  • Gejala demam
  • Menggigil
  • Nyeri badan
  • Nyeri tulang
  • Mual
  • Muntah

Namun, dalam emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 AstraZeneca, sebenarnya telah disebutkan bahwa KIPI ini adalah efek samping (adverse effect) dari vaksin AstraZeneca yang sifatnya sangat sering terjadi (very common artinya 1 di antara 10 suntikan) dan sering terjadi (common -1 di antara 10 sd 1 di antara 100 suntikan).

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Tidak Ada Bukti yang Ditemukan

 

"Hal ini dilakukan sebagai langkah-langkah kehati-hatian atau pencegahan (precaution)," ucap dia.

Ditambahkan pula oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi bahwa KIPI yang terjadi pada partisipan vaksinasi vaksin AstraZeneca di Sulut ini sudah bisa teratasi.

"Semua sudah teatasi, karena semua gejala akan hilang 1-3 hari," kata Nadia kepada Kompas.com, Minggu (28/3/2021).

Meskipun, ada sekitar 2 hingga 5 orang yang membutuhkan perawatan setelah menerima suntikan vaksin AstraZeneca. Akan tetapi, meski vaksinasi dihentikan sementara, namun kondisi partisipan vaksinasi AstraZeneca di Sulawesi Utara itu tersebut terus membaik saat ini.

Baca juga: Apa Fungsi Tripsin Babi yang Disebut MUI Ada di Vaksin AstraZeneca?

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.