Kompas.com - 25/03/2021, 19:03 WIB
Kolaborasi Event Horizon Telescope, yang merilis gambar lubang hitam pertama di dunia pada tahun 2019, meluncurkan tampilan baru dalam cahaya terpolarisasi. EHTKolaborasi Event Horizon Telescope, yang merilis gambar lubang hitam pertama di dunia pada tahun 2019, meluncurkan tampilan baru dalam cahaya terpolarisasi.

KOMPAS.com - Dua tahun setelah menghasilkan gambar pertama dari lubang hitam, tim peneliti internasional kembali merilis penampakan terbaru dari medan magnet di sekitar lubang hitam.

Perkembangan ini disebut para peneliti akan membawa mereka selangkah lebih dekat untuk memahami kemampuan galaksi Messier 87 meluncurkan jet dari intinya.

Sebelumnya, ilmuwan Event Horizon Telescope memikat dunia pada April 2019, ketika mereka merilis gambar lubang hitam supermasif di pusat galaksi Messier 87, yang terletak 55 juta tahun cahaya dari Bumi.

Gambar terpolarisasi pertama dari lubang hitam adalah produk delapan teleskop yang dihubungkan bersama di seluruh dunia, untuk menciptakan teleskop virtual seukuran Bumi, dan bekerja bertahun-tahun dengan teknik kompleks dalam memperoleh dan menganalisis data.

Saat itu, para peneliti menekankan, bahwa itu baru permulaan.

Baca juga: Setelah 2,5 Abad, Gambar Lubang Hitam Pertama Terungkap. Ini Fotonya...

Gambar dramatis menunjukkan, wilayah tengah gelap yang digariskan oleh struktur seperti cincin terang, yang digambarkan para ilmuwan pada saat itu sebagai emisi dari gas panas yang berputar-putar di sekitarnya, di bawah pengaruh gravitasi yang kuat di dekat cakrawala peristiwa, mengacu pada batas yang menandai lubang hitam tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara gambar baru menangkap tampilan yang sama dalam cahaya terpolarisasi, dengan garis cahaya berwarna cerah yang sesuai dengan medan magnetnya.

"Kami sekarang melihat bukti penting berikutnya untuk memahami bagaimana medan magnet berperilaku di sekitar lubang hitam, dan bagaimana aktivitas di wilayah ruang yang sangat padat ini dapat mendorong jet kuat yang melampaui galaksi," kata Monika Mo?cibrodzka, koordinator Kelompok Kerja Polarimetri EHT dan seorang profesor di Radboud Universiteit, Belanda.

Menurut EHT, pancaran energi dan materi yang terang muncul dari inti M87 dan memanjang setidaknya 5.000 tahun cahaya dari pusatnya.

Melansir NPR, sebagian besar materi yang terletak di dekat tepi lubang hitam jatuh, tetapi beberapa partikel di sekitarnya berhasil melarikan diri dan terlempar jauh ke luar angkasa dalam bentuk jet – yang mana ini adalah sebuah proses yang telah lama membuat penasaran para peneliti.

Para astronom masih bekerja untuk memahami, bagaimana jet yang lebih besar dari galaksi itu, diluncurkan dari lubang hitam di dalamnya.

Menurut para peneliti, gambar lubang hitam yang baru dirilis dan bayangannya dalam cahaya terpolarisasi memungkinkan mereka untuk memeriksa wilayah yang dipenuhi aktivitas di luar lubang hitam untuk pertama kalinya.

"Pekerjaan ini adalah tonggak penting, di mana polarisasi cahaya membawa informasi yang memungkinkan kami untuk lebih memahami fisika di balik gambar yang kami lihat pada April 2019, yang sebelumnya tidak memungkinkan," kata Iván Martí-Vidal, koordinator EHT Polarimetry Working Group dan peneliti di Universitat de València Spanyol.

Baca juga: Astronom Ungkap Peta Berisi 25.000 Lubang Hitam Supermasif

Halaman:


Sumber NPR
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X