Kompas.com - 24/03/2021, 18:30 WIB
Foto dirilis Jumat (5/3/2021), memperlihatkan foto aerial kawasan wisata Simalem di Silahisabungan, Dairi, Sumatera Utara. Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyiapkan Danau Toba di Sumatera Utara sebagai lokasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) untuk menggantikan Pulau Bali. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIFoto dirilis Jumat (5/3/2021), memperlihatkan foto aerial kawasan wisata Simalem di Silahisabungan, Dairi, Sumatera Utara. Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyiapkan Danau Toba di Sumatera Utara sebagai lokasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) untuk menggantikan Pulau Bali.


KOMPAS.com- Danau Toba adalah salah satu destinasi wisata kebanggaan Indonesia yang berada di Sumatera Utara. Toba adalah gunung api, dan legenda letusan dahsyatnya telah menjadi bagian dari sejarah Nusantara, bahkan dunia.

Sejarah danau Toba tak terlepas dari letusan super dahsyat yang membentuk danau ini dan keindahan yang ada di sekitarnya saat ini.

Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (1/8/2019), dibalik keeksotisan bentangan alam danau ini, ternyata Danau Toba adalah sebuah gunung.

Van Bemmelen, geolog asal Belanda pada tahun 1939, pertama kalinya mengungkapkan bahwa Toba adalah gunung api.

Lokasi Danau Toba, seperti yang kita ketahui saat ini, dulunya merupakan sebuah gunung yang kemudian erupsi atau meletus dengan sangat dahsyat.

Baca juga: Kisah Pencarian Kadal Paling Langka di Sekitar Kaldera Danau Toba

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Pascaletusan dahsyat itu, Kaldera Toba tertutup batuan-batuan beku, yang kemudian air mengisi lokasi itu hingga membentuk danau.

Toba adalah supervulcano, yang mana gunung api ini dapat memuntahkan minimal 300 km3 magma saat meletus.

Dikatakan Peneliti Museum Geologi Bandung Dr Indyo Pratomo, seperti diberitakan Kompas.com, 12 April 2014 lalu, sejarah letusan Toba terjadi pada sekitar 74.000 tahun lalu, dan telah menjadi semacam simbol dunia untuk peristiwa erupsi supervulcano.

Saat itu, letusan Toba telah memuntahkan tidak kurang dari 2.800 km3 material vulkanik, yang kemudian menghasilkan Danau Toba.

Baca juga: 129 Tahun Hilang, Kadal Ini Ditemukan di Danau Toba

 

Sejarah erupsi super dahsyat puluhan ribu tahun lalu itu lah yang diyakini menjadi asal usul Danau Toba, yang juga diyakini sebagai danau vulkanik paling besar di dunia.

Danau Toba berukuran 90 x 30 km2 dan kedalaman air danau ini mencapai 500 meter. Kedalaman danau ini telah menjadikannya sebagai sumber air tawar terbesar di dunia, dengan volume air mencapai sekitar 240 km2.

Keunikan lain dari Danau Toba ini, kata Indyo, adalah keberadaan pulau di atas pulau dan danau di atas danau.

"Yakni Pulau Samosir yang berada di atas Pulau Sumatera serta Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang yang berada di atas Danau Toba," kata dia.

Baca juga: Danau Kawah Berusia 50.000 Tahun Berubah Pink dalam Semalam, Ada Apa?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Gempa Maluku M 6,1: BMKG Minta Segera Jauhi Pantai, Ada Potensi Tsunami

UPDATE Gempa Maluku M 6,1: BMKG Minta Segera Jauhi Pantai, Ada Potensi Tsunami

Oh Begitu
Mengenal Corona Varian Delta, Lebih Menular dari Varian Lainnya

Mengenal Corona Varian Delta, Lebih Menular dari Varian Lainnya

Oh Begitu
Kabar Baik, Vaksin AstraZeneca Efektif 92 Persen Lawan Varian Delta

Kabar Baik, Vaksin AstraZeneca Efektif 92 Persen Lawan Varian Delta

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Seram, Maluku

Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Seram, Maluku

Oh Begitu
 Apa yang Dimaksud Vaksin Aman, Padahal Tetap Ada Efek Sampingnya?

Apa yang Dimaksud Vaksin Aman, Padahal Tetap Ada Efek Sampingnya?

Oh Begitu
Tes Virus Corona di Daerah Masih Rendah, Ini Saran Ahli Kendalikan Kasus Covid-19

Tes Virus Corona di Daerah Masih Rendah, Ini Saran Ahli Kendalikan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Oh Begitu
Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri Miringnya Inti Bumi dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri Miringnya Inti Bumi dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
komentar
Close Ads X