Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Tikus Serang Australia, Warga Kewalahan Bersihkan Kotorannya

Kompas.com - 22/03/2021, 18:30 WIB
Monika Novena,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi

KOMPAS.com- Pemandangan yang tak biasa dan mungkin menggelikan terlihat di Queensland dan New South Wales, Australia. Ribuan tikus tampak merajalela dan menguasai jalanan.

Serangan tikus yang tak terkendali juga membuat penduduk setempat di kedua wilayah tersebut kewalahan membersihkan kotoran hewan pengerat itu.

Mengutip Live Science, Senin (22/3/2021) jumlah yang masif membuat penduduk setidaknya membutuhkan waktu enam jam untuk membersihkan kotorannya.

Penduduk pun menggambarkan kegilaan hewan pengerat itu sebagai 'wabah' dan lebih parah daripada apapun yang telah mereka lihat selama beberapa dekade.

Menurut laporan media lokal, beberapa petani telah kehilangan seluruh panen gandum karena amukan tikus. Sementara hotel harus tutup karena tak bisa mengusir mahluk itu dari kamar.

Baca juga: Ilmuwan Jerman Berhasil Membuat Tikus Lumpuh Berjalan Lagi, Kok Bisa?

 

Staf di toko bahan makanan di kota kecil di barat laut Sydney, Australia, juga melaporkan menangkap sebanyak 600 tikus setiap malam.

Sejauh ini, seperti laporan The Guardian setidaknya tiga orang telah mengunjungi rumah sakit karena gigitan hewan pengerat tersebut.

Steve Henry, peneliti di badan sains nasional Australia (CSIRO) menyebut jika wabah tikus kemungkinan besar terjadi karena panen gandum yang luar biasa besar.

Hal itu menarik lebih banyak tikus lapar ke area pertanian di awal musim daripada biasanya.

"Mereka (ribuan tikus) mulai berkembang biak lebih awal dan karena ada banyak makanan serta tempat berlindung, mereka terus berkembang biak dari awal musim semi hingga musim gugur (di Australia)," kata Henry.

Baca juga: Bulu Beracun Mematikan, Tikus Jambul Afrika Ini bisa Bunuh Manusia

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com