Kompas.com - 19/03/2021, 19:07 WIB
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo ketika menghadapi Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen pada laga babak pertama All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, Rabu (17/3/2021) malam WIB. Badmintonphoto/Yohan NonotteMarcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo ketika menghadapi Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen pada laga babak pertama All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, Rabu (17/3/2021) malam WIB.

KOMPAS.com - Para pebulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari turnamen bergengsi All England 2021.

Seperti yang telah diberitakan Kompas.com sebelumnya, hal ini dikarenakan saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3/2021), salah satu penumpang dalam pesawat yang sama dengan tim bulu tangkis Indonesia dinyatakan positif Covid-19.

Tim bulu tangkis Indonesia yang sebelumnya telah dinyatakan negatif Covid-19, berdasarkan hasil tes sebelum terbang dari Tanah Air dan sesudah sampai di Inggris, tetap diminta mundur.

Baca juga: Beda Nasib Indonesia dengan India, Thailand, dan Denmark di All England 2021

Manajer Tim Indonesia, Ricky Subagja, menyampaikan bahwa skuad Merah Putih mendapat email langsung dari layanan kesehatan Inggris atau NHS (National Health Service) untuk melakukan isolasi.

Sayangnya, kasus yang dialami tim bulu tangkis Indonesia ini berbeda dengan para pemain Denmark, Thailand, dan India, yang sebelumnya sempat dinyatakan positif Covid-19.

Namun kemudian, setelah dilakukan tes ulang di hari berikutnya, seluruh peserta tersebut dinyatakan negatif Covid-19 dan bisa bertanding di All England yang dimulai Rabu (17/3/2021) pukul 13.30 waktu setempat atau 20.30 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mungkinkah hasil tes Covid-19 berubah dalam waktu sehari, dari positif menjadi negatif?

Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Hendra Gunawan Sp.PD mengatakan ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.

Pertama, jika orang tersebut memiliki riwayat terinfeksi SARS-CoV-2 sebelumnya, maka bisa jadi hal tersebut merupakan bagian dari perjalanan long covid-19 syndrome. Sementara yang kedua, bisa jadi memang false positive atau positif palsu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, false positive adalah hasil tes suatu penyakit yang positif pada individu yang tidak memiliki kelainan tanda dan gejala dari penyakit terkait.

Sedangkan false negative adalah hasil tes suatu penyakit yang negatif pada individu, namun nyatanya memiliki kelainan tanda dan gejala dari suatu penyakit tersebut.

Baca juga: Faktor Berikut Dapat Memengaruhi Hasil Tes Covid-19, Apa Saja?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X